Sampah Rawajati, Quo Vadis?

Sampah Rawajati, Quo Vadis?

Sampah Rawajati, Quo Vadis ?

“Kampungnya begitu hijau. Pepohonan hadir disetiap tepi jalan. Rindang, sejuk dan segar udaranya. Sebuah oase ditengah gedung pencakar langit yang menjulang. Lingkungannya bersih dari sampah, bahkan sulit menemukan serakan sampah.

Lantas, kemana perginya sampah?

Selengkapnya

Mentari pagi keluar dari peraduannya, memberikan secercah harapan untuk jemuran yang tak kunjung kering. Memang sudah tiga hari kemarin hujan turun tanpa pamit, sehingga tak memberi celah bagi mentari untuk bersinar. Belakangan ini cuaca di Jakarta dan sekitarnya sering tidak menentu. Kerap kali terjadi pada siang hari terik matahari menyengat, namun sore harinya hujan turun cukup lebat. Nampaknya Iklim berubah sesuka hati, terlalu sulit untuk ditebak.

Di tengah persoalan perubahan iklim yang tidak menentu, ternyata ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab permasalahan ini. Sangat memprihatinkan memang, melihat masyarakat yang masih saja membuang sampah sembarangan dan tidak peduli dengan lingkungan. Perubahan iklim yang terjadi sekarang ini tentu bukan persoalan biasa, ini menyangkut keberlangsungan hidup anak cucu generasi masa depan.

Perkembangan sampah di Indonesia  (Source: idntimes.com, kompas.com)
Bicara soal sampah tentu tidak akan ada selesainya. Setelah sampah dibuang tentu akan ada sampah yang baru, begitu seterusnya. Bahkan sampai dengan detik ini, sampah masih saja menjadi permasalahan berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Dilansir dari portal berita bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut. Tentunya ini sangat miris sekali melihat tingkat kepedulian masyarkat yang sangat rendah terhadap lingkungan.

Menilik Masyarakat Peduli Lingkungan

Seketika terlihat bebeda dengan kampung yang satu ini. Masyarakatnya terlatih untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Slogan “buanglah sampah pada tempatnya” kini bukan hanya sebatas himbauan, tetapi sudah melekat dalam jiwa di setiap masyarakatnya. Kampungnya bersih dari sampah, baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Bisa dibilang sangat sulit menemukan ceceran sampah ketika berada di wilayah ini. Hal inilah yang menggelitik hati saya untuk berkunjung ke Kampung Berseri Astra (KBA) Rawajati RW 03 Kelurahan Rawajati, Kecamatan pancoran, Jakarta Selatan.
KBA Rawajati Jl. Zeni AD IV RT 005 RW 03 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (Foto: dokpri)
Di pagi yang cerah dengan mengendarai kuda besi, saya berniat menyempatkan diri untuk menengok kampung hijau yang digadang-gadang menjadi oase ditengah padatnya gedung pencakar langit di Jakarta. Sebelumnya saya sudah menghubungi Ibu Sylvia Ermita selaku Ketua Pengurus dari Kampung Berseri Astra Rawajati untuk berkunjung ke lokasi. Ternyata hanya tigapuluh menit dari rumah menuju lokasi jika dilihat dari peta melalui smartphone.

Sesampainya di perkampungan saya pun menyusuri jalan yang setiap ruasnya ditanami pohon-pohon. Saya semakin yakin bahwa ini pasti jalan menuju kampung hijau itu. Dalam hati saya berbisik, ternyata masih ada kampung hijau ditengah padatnya pemukiman tak bercelah di Jakarta. Sambil menikmati suasana yang sejuk, segar, rindang dan penuh dengan pepohonan, tak terasa saya sudah ada di depan gerbang KBA Rawajati. Nampak juga seorang Ibu yang sedang menyapu dedaunan kering.

“Permisi Bu, saya mau bertemu dengan Ibu Sylvia Ermita, apakah sudah datang?” Tanya saya kepada seorang Ibu yang sedang menyapu jalanan tadi. “Sudah mas, silahkan masuk kedalam” Jawab Ibu tersebut diiringi senyum dan mempersilahkan saya masuk. Dengan mendekap sapu ditangannya, Ibu yang kerap dipanggil “Bu Ida” itu mengantarkan saya menuju posko bank sampah untuk menemui Ibu Sylvia.

Lokasi Bank Sampah Percontohan Rawajati (dok. pribadi)
Lima langkah dari pintu masuk tampak mesin pengurai kompos beserta gunungan sampah organik tepat berada disebelah kiri saya, sedangkan disebelah kanan saya terdapat ruang terbuka dengan atap tertutup yang berisi berbagai macam jenis tanaman obat dan sayur-mayur. Sepuluh langkah kedepan saya melihat mesin pencacah sampah anorganik diiringi sampah botol yang tersusun rapi. Hingga tujuh langkah kaki menapak, akhirnya saya bertemu dengan Ibu Sylvia.

“Mas Adhi ya? kok pagi-pagi banget mas” Sapa Bu Sylvia. Mumpung tidak hujan, sengaja saya menyempatkan diri untuk berkunjung di pagi hari, saya berharap bisa melihat aktivitas yang dilakukan masyarakat di sekitar kampung. Tidak lama kemudian Bu Sylvia memberikan brosur hijau yang berisi sejarah singkat Bank Sampah Rawajati berserta proses pengolahan yang dilakukan. Nampaknya Bu Sylvia mengerti maksud kedatangan saya untuk mengulas lebih banyak tentang keberadaan Kampung Berseri Astra Rawajati ini.

Saya pun melanjutkan sebuah pertanyaan singkat, “Bagaimana sih Bu, awal terbentuknya KBA Rawajati ini?”. Ibu Sylvia menjelaskan, sebelum terbentuknya KBA Rawajati muncul gagasan dari seorang warga yang ingin kampung di Rawajati ini memiliki ikon tersendiri. Dari ikon inilah yang nantinya menjadi ciri khas atau daya tarik masyarakat pada umumnya untuk berkunjung. Diinisiasi ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan warga sekitar, terbentuklah gerakan cinta lingkungan dengan memilah sampah organik dan anorganik. “Sampah organiknya kita jadikan kompos tanaman, dulu ada warga yang punya komposer dan sampah anorganiknya kita jual ke pemulung” jelas Bu Sylvia.

Gerakan Cinta Lingkungan melahirkan Bank Sampah Percontohan

Bank Sampah Percontohan Rawajati (dok. pribadi)
Kegiatan peduli lingkungan di lingkungan RW 03 Rawajati nampaknya tak hanya sekedar lintas semangat, bahkan sampai dengan saat ini gerakan cinta lingkungan masih terus dilakukan. Bisa dibilang tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sudah tidak perlu lagi diragukan. Aksi nyata untuk memilah sampah organik yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos ternyata sudah dilakukan sejak tahun 2002. Namun kendala tentu ada, sampah organik telah menemukan alur prosesnya menjadi pupuk kompos, lantas bagaimana dengan sampah anorganik?

Permasalahan sampah anorganik sempat menjadi wacana ibu-ibu PKK, namun saat itu belum sempat terfikirkan tentang bank sampah, kendala saat itu karena memang tempatnya yang tidak ada. Pada tahun 2008, melihat perkembangan bank sampah yang mulai banyak dilakukan oleh beberapa wilayah, akhirnya ibu-ibu PKK berinisiasi untuk mencarikan tempat dan mulai menerapkan bank sampah di wilayah RW 03 Rawajati.

Pada tahun 2010 diresmikanlah Bank Sampah Rawajati oleh camat Pancoran, kemudian disusul pada Januari 2011 diresmikan kembali Bank Sampah Percontohan Rawajati oleh Ibu Sri Hartati -Istri dari gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo- lantaran keberadaan Bank Sampah Rawajati menjadi pelopor di Jakarta dan diharapkan mampu menjadi penggerak bank sampah di wilayah lainnya.

Bank Sampah dan Kemana Perginya Sampah

Tong Sampah disetiap sudut Kampung Berseri Astra Rawajati (dok. pribadi)
Bank Sampah Percontohan Rawajati merupakan bank sampah tertua yang ada di Jakarta. Keberadaanya setidaknya telah meminimalisir tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir yang berada disetiap sudut kota. Mungkin bisa kita bayangkan, berapa banyak lagi tumpukan sampah yang akan terus tertumpuk jika tidak ada pengolahan sampah. Slogan “Reduce, Reuse, Recyle” dari papan yang digantung, menjadi langkah yang harus dilakukan pengurus Bank Sampah Rawajati untuk terus berbuat dan menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Kemana perginya sampah? pastinya jawabaan atas pertanyaan itu ada pada Bank Sampah Percontohan Rawajati. Sejatinya sampah organik, maupun anorganik semua bisa diminimalisir dengan langkah dan aksi peduli lingkungan yang tak luput dari dukungan warga sekitar. Melalui gerakan peduli lingkungan yang diinisiasi oleh ibu-ibu PKK, terbentuklah aktivitas seperti mengubah sampah organik menjadi kompos, mendaur ulang plastik menjadi lebih bernilai dan menyulap koran menjadi kerajinan menarik.

Mengubah Sampah Organik menjadi Kompos

Pengolahan sampah organik menjadi kompos (dok. pribadi)
Setelah ngobrol panjang lebar di posko bank sampah, Bu Sylvia mengajak saya keluar untuk melihat lingkungan Bank Sampah Percontohan Rawajati ini. Langkah kami menuju ke lokasi pembuatan pupuk kompos yang digunakan untuk mengolah sampah organik. Kalau sebelumnya sampah organik dibuang ke dalam tong sampah dan berakhir di tempat pembuangan akhir. Lain halnya dengan sekarang, setelah adanya bank sampah dengan didukung mesin pencacah kompos, sampah-sampah daun atau organik bisa diproses di area bank sampah ini.

“Biasanya setiap hari petugas kebersihan (PPSU) setor sampah daun-daun kering yang ada ditaman situ, kalau warga sih biasanya hari libur, sabtu atau minggu” Jelas Bu Sylvia. Gerakan peduli lingkungan dari memilah sampah organik yang dijadikan kompos ternyata menjadi sorotan Sudin Kebersihan Jaksel dan kemudian memberikan bantuan mesin pencacah kompos seperti yang ada diarea pengolahan kompos. “Mesin pencacah ini juga sumbangan dari Sudin Kebersihan Jakarta Selatan” Ujar Bu Sylvia.

Mengaduk sampah organik yang siap menjadi kompos (dok. pribadi)
Melihat Bu Sylvia yang sedang menyirami gunungan sampah organik, saya pun mencoba untuk mengolah sampah organik dengan menggunakan sekop yang ada disekitar pengolahan. Dengan tenaga yang kuat, saya pun mulai membolak-balikkan sampah tersebut layaknya mengaduk adonan kue. Seketika terdengar bunyi ledukan dari dalam sampah, saya pun kaget terkejut. “Nah itu mas, sampah organik ini di dalamnya mengandung gas metana”, Jelas Bu Sylvia.

Dari informasi yang saya dapatkan gas metana itu jauh lebih bahaya dari pada karbondioksida terhadap lapisan ozon. Jadi kalian bisa bayangkan berapa banyak gas metana yang dihasilkan oleh tumpukan sampah yang ada di TPA, pastinya ini berdampak juga terhadap perubahan iklim yang sekarang kita alami. Tentunya Bank Sampah Percontohan Rawajati sudah berkontribusi mengurangi tumpukan sampah di TPA dengan mengurai sampai organik menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk.

Mendaur Ulang Sampah Anorganik Menjadi Bernilai  

Petugas Bank Sampah menimbang sampah dari nasabah (dok. pribadi)
Ketika asyik mengaduk sampah organik, tampak seorang warga membawa karung putih masuk dan menuju arah kami. “Assalamualaikaum, mau nabung sampah Bu” Sapa Ibu berkerudung yang ternyata karungnya berisi botol plastik bekas minuman. Langsung Pak Kosim selaku pengurus Bank Sampah menghampiri Ibu tersebut. Ditimbanglah karung yang berisi botol plastik itu dengan timbangan gantung yang sudah disediakan. “Totalnya empat kilo setengah Bu” Jawab Pak Kosim sambil mencatat jumlah tersebut pada papan yang berisi laporan penerimaan sampah dari nasabah.

Setelah Bank Sampah Rawajati diresmikan, semakin hari kian banyak warga yang berbondong-bondong membawa sampahnya untuk ditabung. Jumlah nasabah bank sampah sampai dengan saat ini sekitar 770-an orang dari 7 RW di Rawajati, pastinya yang telah tercatat dan menyetorkan sampah anorganik. Untuk gelas air mineral bersih dihargai Rp 50 per botol atau Rp 3.000 per kilogram (kg), kardus dihargai Rp 1.100 per kg, koran Rp 1.200 per kg dan barang-barang lainnya sesuai dengan harga yang telah ditentukan.

Pak Kosim yang sibuk merapihkan sampah anorganik (dok. pribadi)
Melihat lihat lingkungan sekitar, saya pun menanyakan mesin besar yang berada dibelakang Pak Kosim. “Nah, kalau itu mesin pencacah sampah anorganik, itu juga sumbangan dari Astra, Mas” Jawab Bu Sylvia. Peranan Astra untuk pengolahan sampah di Bank Sampah Rawajati ini, ternyata agar tidak hanya sebatas pengolahan sampah organik, tetapi dengan adanya mesin pencacah plastik tersebut bisa digunakan untuk penguraian sampah plastik agar lebih memiliki nilai jual dan dapat dengan mudah didaur ulang kembali.
Bersama Pak Kosim memilah sampah anorganik (dok. pribadi)
Saya pun mulai menghampiri Pak Kosim yang sedang memilah sampah. Nampaknya saya mulai tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang sampah. Saya pun menanyakan kepada Pak Kosim, alasan kenapa sampah plastiknya harus di pilah-pilah, antara yang botol dengan yang gelas, antara yang berwarna dengan yang transparan, padahalkan sama-sama plastik. “Harus dipisah-pisah Mas, soalnya jenis plastiknya beda-beda, kalau yang gelas kemasan harganya lebih mahal dari yang berwarna”Jawab Pak Kosim.

Walaupun usianya tidak muda lagi, namun semangatnya melayani setiap nasabah yang datang perlu diacungi jempol. Rasa kepeduliannya terhadap lingkungan tercermin dari pekerjaanya yang tidak terlepas dari sampah. Mulai dari memilah sampah, menghitung timbangan sampah dari setiap nasabah, mencacah sampah agar bisa didaur ulang hingga merapihkan plastik menjadi susunan yang tertumpuk rapi.

Ternyata sampah anorganik atau plastik bekas kemasan yang selama ini sering kita abaikan, jika dikumpulkan atau ditabung melalui bank sampah, hasilnya lumayan juga. Bahkan ada dari nasabah yang jumlah tabungannya mencapai angka dua juta rupiah. Angka ini tentu sangat fantastis melihat sampah yang tidak berarti sama sekali, berubah bernilai ketika kita peduli terhadap lingkungan. Sampah pun bisa berubah menjadi berkah.

Menyulap Koran Bekas menjadi Kerajinan Menarik

Koran Bekas jadi Kerajinan menarik (dok. pribadi)
Setelah hampir berjam-jam saya memilah sampah bersama Pak Kosim, saya pun kembali ke dalam posko bank sampah. Disana saya melihat Bu Sylvia sedang asyik menyusun bulatan kertas yang terbuat dari koran bekas. Sesekali Bu Sylvia memotong kertas lalu menyambungnya dengan perekat kertas dengan kuatnya. Ternyata Bu Sylvia tidak sendiri, beliau ditemani oleh Bu Ida yang aktif dibidang kreativitas. Saya pun masuk kedalam dan melihat-lihat proses pembuatan karya unik yang hasilnya terpampang di etalase.

Tak lama kemudian saya ditantang oleh Bu Ida untuk membuat kerajinan dari koran bekas. Kelihatanya sih sangat mudah, tetapi setelah saya mencobanya ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Banyak gulungan kertas yang saya lakukan lebih pendek dari biasanya, bahkan ada gulungannya yang kurang rapat. Kemudian Bu Ida yang merupakan anggota dari perkumpulan ibu-ibu PKK, mulai mengajari saya teknik menggulung koran yang nantinya sebagai bahan pembuatan mangkok, alas minum, tempat pensil ataupun nampan yang semuanya itu terbuat dari bahan koran bekas.

Bersama Bu Ida dan Bu Sylvia membuat kerajinan dari koran bekas (dok. pribadi)
Sekilas memang hasilnya terlihat seperti kerajinan yang terbuat dari kayu, tapi siapa sangka bahwa kerajinan ini ternyata berasal dari koran bekas. Tampilannya tidak hanya seperti kayu, bahkan kerasnya kerajinan ini jika dipegang tentu kita semua akan beranggapan bahwa ini adalah kayu. Ternyata ada teknik khusus yang digunakan agar bahan yang gampang melekuk ini bisa keras dan awet seperti kayu. Mulai dari proses penggulungan hingga membuat lingkaran dari koran ini semua harus dilakukan dengan rapat dan tanpa celah, baru kemudian hasil akhirnya di lapisi dengan cairan lem dan kemudian ditimpa dengan cat pernis yang biasa digunakan pada kayu.

Kerajinan ini juga kerap diikutkan dalam pameran diberbagai tempat, bahkan stan KBA Rawajati yang paling dipadati lantaran hasil kerajinannya yang unik dan menarik. Hasilnya penjualannya pun lumayan laku keras, sehingga pendapatannya bisa digunakan kembali untuk biaya operasional.

Berbagai kerajinan unik yang terbuat dari koran bekas dan kemasan (dok. pribadi)
Perlu kita ketahui juga ternyata kerajinan yang terpampang dibalik kaca etalase tidak hanya terbuat dari koran bekas saja, melainkan dari bungkus pewangi yang bisa dijadikan hiasan bunga, bungkus kopi yang disulap menjadi tas atau tempat tisu. Ada juga kerajinan yang menarik perhatian saya yang berbentuk rumah panggung miniatur dan masjid, selidik punya selidik ternyata terbuat dari kertas HVS. Tentu ini menjadi karya menarik yang ternyata dapat dijual dengan harga yang relatif sesuai dengan proses pengerjaanya yang sulit dan memakan waktu lama.

Memupuk Generasi Peduli Lingkungan melalui PAUD Bunga Jati

Gedung PAUD Bunga Jati yang dipersembahkan Astra (dok. pribadi)
Keluar dari pintu masuk bank sampah, terdapat gedung fasilitas terpadu masyarakat yang selain digunakan untuk PAUD Bunga Jati juga dimanfaatkan sebagai Posyandu dan perkumpulan ibu-ibu PKK. Harapnya dengan adanya gedung ditengah perkampungan hijau, selain sebagai sarana belajar juga untuk memupuk dan mengenalkan pada anak gerakan peduli lingkungan sejak dini.

Gedung ini juga merupakan persembahan dari Astra dalam salah satu pilarnya yaitu pendidikan. Tujuannya tentu untuk mensejahterakan masyarakat dengan membangun fasilitas dan sarana pendidikan. “Peran Astra tidak hanya menyumbang mesin pencacah sampah anorganik saja Mas, tetapi juga membangun gedung ini” kata Bu Sylvia sambil menunjuk gedung yang bercorak adat betawi.

Fasilitas bermain di depan gedung terpadu (dok. pribadi)
“Gedung ini setiap harinya digunakan untuk PAUD dari senin sampai jumat, kadang kalau sabtu juga suka ada agenda. Selain buat saranan pendidikan kadang juga sarana kesehatan seperti posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis dan lain lain” Kata Bu Sylvia. Gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas bermain, tampak beberapa anak sedang asik bermain di depan gedung.

Dibalik Penghargaan dan Peranan Astra

Penghargaan Bank Sampah Terbaik se-DKI (dok. KBA Rawajati)
Ada hal yang sangat menggembirakan pastinya, ketika Bu Sylvia menunjukkan foto bersama gubernur DKI Jakarta Periode 2017- 2022, Anies Rasyid Baswedan pada acara penganugerahan Bank Sampah Terbaik se-DKI Jakarta. Tentunya ini menjadi sebuah apresiasi yang patut diberikan atas jeripayah pengurus bank sampah beserta warga RW 03 Rawajati yang selama ini turut serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan hijau.
Dinobatkan Sebagai Kampung Proklim Utama (dok. KBA Rawajati)
Dan yang tak kalah terharunya, ketika Kampung Berseri Astra Rawajati RW 03 Kelurahan Rawajati, Kota Jakarta Selatan dinobatkan sebagai katagori Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama. Sebuah program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Jadi patut berbangga dengan pencapaian yang ditorehkan oleh KBA Rawajati atas prestasinya.

Apresiasi ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan warga yang tidak sia-sia menggaungkan gerakan cinta lingkungan. Kegembiraan warga tentunya menularkan energi positif bagi diri saya untuk selalu peduli terhadap lingkungan kapan pun dan dimana pun saya berada. Saya sungguh bangga dengan kegigihan ibu-ibu PKK yang selalu memberikan ide, pengurus KBA Rawajati yang setia selalu melayani masyarakat dan semangat warga yang tak pernah padam untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah.

Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari peranan PT. Astra International Tbk yang terus memberikan kontibusi berkelanjutan dalam empat pilarnya yang mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan sebagai pondasi dalam program CSR-nya. Dengan ini tentunya Astra akan lebih fokus lagi pada pembinaan Kampung Berseri Astra lainya, Untuk Indonesia Hijau.

“Astra tentunya telah berperan banyak terhadap KBA Rawajati, Mas. Mulai dari sumbangan mesin pencacah, pembangunan gedung serbaguna, pelatihan kerajinan dari barang bekas, pelayanan kesehatan seperti posyandu dan pemeriksaan kesehatan gratis, sampai yang terakhir yaitu mengganti atas ruang taman yang sebelumnya sudah mulai bocor” Ujar Bu Sylvia.

Harapanya semua bisa terinspirasi dengan adanya Kampung Berseri Astra Rawajati untuk menciptakan lingkungan hijau dan bersih dari sampah. Dan semoga Astra selalu menjadi panutan dalam membangun Negeri.

Semangat Indonesia, Lingkungan Hijau Bebas Sampah…

Serunya Hidup di Era Digital, Semakin Mudahnya Menebar Kebaikan

Serunya Hidup di Era Digital, Semakin Mudahnya Menebar Kebaikan

Serunya Hidup di Era Digital,
Semakin Mudahnya Menebar Kebaikan.

You don’t need money to help others, you need a heart to help others.

(Kamu tidak butuh uang untuk membantu orang lain, kamu hanya butuh hati untuk membantu mereka.) – Nasihat

Kebaikan Itu Menular, Tularkanlah!

Air mata ini mulai tak terbendungkan, mencoba menahan tangis tetapi menetes juga. Hati seolah tergetar, sedih, bahkan tak kuasa menatap layar smartphone yang berisi rekaman video kejadian gempa di Lombok – Nusa Tenggara Barat beberapa bulan yang lalu. Gempa bumi berkekuatan lebih dari 7.0 Skala Richter (SR), telah mengguncang dan memporak-porandakan wilayah Lombok dan sekitarnya.

Atap rumah rubuh, tembok-tembok retak, jalan raya terbelah, tanah longsor, rumah penduduk hancur dan sedikitnya ratusan orang meninggal dunia akibat musibah gempa bumi ini. Hati siapa yang tidak iba melihat saudaranya berkabung atas musibah yang menimpa mereka. Tak kuasa menahan tangis, sesekali ku usap kembali air mata ini.

Bayangkan jika ini terjadi kepada kita, saudara kita, keluarga kita. Kita kehilangan tempat tinggal, kehilangan barang kesayangan kita, bahkan kehilangan orang yang kita cintai. Apa yang mereka alami tentunya kita bisa merasakannya. Lantas apa yang bisa kita perbuat untuk membantu saudara kita disana?.

Begitulah seruan sahabat saya, yang mencoba membujuk saya untuk ikut serta menjadi bagian dari relawan korban bencana Lombok. Jika saya bersedia, saya akan dikirim ke Lombok untuk menjadi relawan disana.

Seketika teringat pesan Ibu saya dengan pepatah Jawa-nya,“Sopo nandur bakal ngunduh, Nek sampeyan apik karo wong liyo, wong liyo bakal apik karo sampeyan” (Siapa yang menanam akan memetiknya, Jika kamu baik kepada orang lain, orang lain juga akan baik kepada kamu) begitulah pesan singkat yang disampaikannya. Intinya, beliau berpesan agar anak-anaknya senantiasa untuk menebar kebaikan kepada semua orang, karena suatu saat nanti, orang lain juga akan menebarkan kebaikan kepada kita.

Inilah alasan saya meyakinkan diri untuk terjun menjadi Relawan di tengah kesibukan saya sebagai freelancer. Semua ini saya lakukan agar saya bisa lebih banyak menebar kebaikan kepada semua orang. Membantu saudara kita yang tertimpa musibah juga menebar kebaikan diantara mereka. Jika kita menolong orang lain, suatu saat nanti, kita yang akan ditolong oleh mereka juga. Karena kebaikan itu menular, maka tularkanlah!.

Pengalaman Menjadi Relawan

Bencana gempa bumi yang telah meluluhlantakan sebagian besar desa di pulau Lombok beberapa bulan yang lalu, menjadi misi pertamaku untuk terjun menjadi relawan. Tujuan utama kami yaitu menyalurkan bantuan yang telah terkumpul dari para donatur untuk korban gempa di Lombok. Perjalanan kali ini terpaksa kami tempuh melalui jalur darat, karena kami harus menjemput tim medis yang ikut serta dalam aksi kemanusiaan ini.

Bisa dibilang ini adalah perjalanan pertama saya yang memakan waktu perjalanan lebih lama untuk sampai ke tempat tujuan. Kalian bisa bayangkan! berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk sampai ke Lombok dari titik awal kami yang berada di Jakarta, yang jelas ini akan menjadi perjalanan yang menantang dan seru.

Perjalanan dengan jarak tempuh selama 32 Jam melalui jalur darat ini tentu tidak serta merta berjalan dengan lancar. Banyak halangan dan rintangan yang harus kita hadapi dengan sabar. Dermaga yang rusak akibat gempa menjadi penghambat kapal yang kami tumpangi untuk menyandar, membuat kami menunggu terlalu lama. Setelah kapal mulai menyandar kami pun segera mengeluarkan mobil. Tidak jauh dari dermaga mobil kami pun dihadapkan dengan masalah lagi, ya ban kami bocor. Belum lagi kita juga tersesat di jalan perkampungan yang lumayan sempit.

Semua kejadian ini membuat kami semakin lelah dan penat dengan situasi yang tidak bisa kami prediksi sebelumnya. Hal ini tentunya menjadi tantangan terbesar kami terutama bagi saya yang baru saja terjun di dunia relawan. Tapi lagi-lagi saya tidak boleh mengeluh dan terus berjuang demi saudara kami yang membutuhkan pertolongan. Perjalanan ini pastinya akan menjadi pengalaman yang berharga dan tidak akan pernah terlupakan.

Menjadi Relawan

Mengajarkanmu Arti Berbagi

Akhirnya kami sampai di lokasi tujuan menjelang tengah hari, kami bergegas melapor ke posko bencana untuk menyalurkan bantuan langsung ke desa yang direkomendasikan. Kami tersadar bahwa mereka sudah menunggu kami sejak pagi hari. Tanpa basa-basi kami langung membagikan kepada kepala dusun untuk dibagikan kepada masyarakat yang mengungsi di desa tersebut.

Relawan Peduli Gempa Lombok

Serunya menjadi relawan ternyata tidak hanya menambah daftar pertemanan, tetapi juga mengajarkan kita arti dari berbagi yang sesungguhnya.

Senang melihat mereka bahagia, semoga apa yang kita berikan bermanfaat kepada para korban.

Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Kami merasakan betapa perihnya hidup mereka disana, tidak ada tempat bernaung melainkan atap terpal dan alas tikar sebagai pelindung diri. Polusi udara dimana-mana, bukan karena asap kendaraan seperti di kota besar melainkan debu yang berterbangan karena tekstur tanah yang bercampur pasir. Belum lagi soal makanan. Kami terpaksa makan makanan seadanya, lagi-lagi mie instan atau makanan cepat saji ala kadarnya yang sudah disediakan oleh relawan untuk memenuhi panggilan perut yang kosong.

Kondisi di Pengungsian

Setiap keluarga tinggal beratapkan tenda dan beralaskan tikar. Dapur masak berada disamping tenda.

Relawan juga ikut membantu membuatkan sanitasi untuk korban bencana.

Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Satu hal yang menjadi pelajaran berharga bagi saya, yaitu tentang arti berbagi. Menjadi relawan ternyata banyak sekali manfaat yang kita dapatkan. Selain menambah daftar pertemanan juga kita bisa merasakan arti berbagi yang sesungguhnya. Melihat mereka gembira atas kedatangan kami, kami pun juga merasa bahagia. Rasa lelah, letih dan capek kami semua terbayarkan karena kegembiraan mereka. Amanah tertunaikan dan semoga menjadi keberkahan buat kita semua.

Asyiknya Jadi Relawan

Di Era Digital

Era Digital Semua Serba Mudah

Di zaman generasi millenial, perkembangan teknologi menjadi revolusi peradaban yang serba dipermudah. Kini kita hidup tidaklah sesulit Ninja Hatori yang harus mendaki gunung dan melewati lembah.

Cukup dengan sentuhan jari, semua barang yang kita inginkan dengan sekejap sampai di depan mata. Untuk membeli sepatu branded asli Bandung kita tidak harus pergi ke Bandung. Semua akan terwujud cukup dengan sekali sentuh, membayarnya pun tak perlu ke Bank, karena dengan sekali tekan semua beres. Cakep!

Inilah kenapa hidup di era digital semuanya semakin mudah, lebih cepat dan tetap terintegrasi. Akhirnya, menjadi relawan di era digital pun semakin menyenangkan.

Relawan itu memang harus siap capek, karena apa yang kita lakukan berhubungan langsung dengan kondisi di lapangan. Misalnya saja untuk mencari donasi, kita harus terjun ke jalanan membawa kardus donasi, spanduk dan siap siaga di persimpangan lampu merah. Tak jarang  kondisi seperti ini sering menyebabkan kemacetan dan menghambat lalulintas.

Door to door alias dari pintu ke pintu untuk meminta donasi. Hal yang satu ini mungkin sudah jarang terjadi, memang tak seharusnya terjadi karena untuk berdonasi yang sifatnya kemanusiaan tentu segala sesuatunya harus di dasari dengan kesadaran diri sendiri, agar apa yang telah diberikan mendapatkan balasan pahala dari Sang Pencipta.

Di era digital sekarang ini kita harus berubah, lebih berinnovasi dan mampu memanfaatkan teknologi dan informasi sebagai modal atau alat untuk menebar kebaikan. Inilah serunya menjadi relawan di era digital. Menebarkan kebaikan semakin lebih mudah pastinya.

Menebar Kebaikan

Lebih Mudah di Era Digital

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun 2017, ada 143,26 juta orang Indonesia yang telah menggunakan internet, dari total populasi sebanyak 262 juta orang. Itu artinya ada 54,86 persen orang Indonesia yang telah terhubung ke internet. Setiap hari, setiap waktu di pastikan banyak orang yang mengakses internet. Berbagai aplikasi pun diciptakan agar manusia dapat dengan mudah mengakses informasi melalui internet. Tentunya ini menjadi peluang bagi kita untuk meraup ladang pahala dengan menebar kebaikan.

Menebar kebaikan lebih mudah memang di era digital. Sebagai relawan tentu kita bisa memanfaakan digital sebagai solusi untuk mengumpulkan donasi. Dengan menyebarluaskan informasi berupa poster, pamflet atau pun spanduk, kita sudah ikut berkontribusi dalam menyebarkan kebaikan. Dan inilah beberapa solusi untuk kita menyebarluaskan informasi penggalangan donasi di era digital dengan memanfaatkan platform digital sebagai berikut.

Massanger

Kita bisa membagikan informasi donasi berupa poster atau gambar melalui pesan online, chatting, atau pesan singkat.

Whats App, Mail

Social Media

Donasi juga bisa di bagikan melalui platform sosial media yang setiap orang sudah menggunakannya.

Instagram, Facebook

Blog atau Website

Membuat blog atau website untuk menarik orang berdonasi dengan informasi yang lebih spesifik dan jelas.

Blogger, Website

Asyiknya menggalang dana melalui platform digital selain mudah, jangkauannya juga sangat luas. Mungkin hasilnya akan berbeda dengan penggalangan dana secara konvensional.

Proses penggalangan dana cukup dengan  menggunakan platform digital seperti aplikasi massanger, email, sosial media dan juga blog atau website.

Hanya bermodal gambar dan kata-kata yang menggugah orang lain untuk berdonasi saja sudah bisa dilakukan. Hemat tenaga, waktu dan biaya (hanya menggunakan paket internet).

Nah, dari sekian banyak cara untuk promosi, mengajak orang lain untuk berdonasi atau bahkan menyebarkan informasi penting, bisa di bilang blog atau website menjadi platform terbaik saat ini sebagai platform yang bisa di integrasikan ke berbagai platform aplikasi lainnya.

Website Relawan

Untuk Menebar Kebaikan

Saya memiliki harapan besar untuk bisa menciptakan sebuah website khusus relawan. Website ini nantinya akan menjadi pusat informasi terkait dengan kegiatan para relawan.

Jadi segala sesuatunya, mulai dari mencari donasi, perekrutan relawan baru, hingga laporan untuk para donatur semua bisa dilakukan melalui website tersebut.

Ada beberapa tahapan agar website relawan tersebut dapat terwujud. Tahapan inilah yang nantinya menjadi acuan saya agar tidak kebingungan lagi dalam membuat website yaitu dengan membuat mapping concept-nya. Kalian bisa lihat konsep sederhana membuat website relawan pada gambar yang tertera diatas atau menyimak penjelasanya dibawah ini.

Membuat Brand Relawan

Konsep yang yang pertama kali kami lakukan yaitu membuat brand relawan. Brand relawan ini nantinya akan menjadi nama komunitas sekaligus nama domain. Sudah ada beberapa daftar nama brand yang nantinya akan dijadikan brand relawan kali ini, diantaranya seperti relawankita, relawanumat dan relawanberaksi. Pastinya untuk menentukan nama brand akan kami lakukan dengan cara musyawarah dengan kawan-kawan dan pengurus agar lebih memiliki makna dan sejarah terbentuknya brand ini.

Setelah nama brand relawan terpilih, tidak lupa juga kami akan membuat visi dan misi terbentuknya brand relawan ini. Mungkin nanti bisa kami lengkapi juga dengan menambah artikel informasi atau sejarah singkat terbentuknya komunitas relawan ini.

Membuat Program Relawan

Sebuah oraganisasi pastinya akan berjalan dengan baik karena adanya program-program yang menjadi kegiatan mereka. Nah, tidak ketinggalan juga dengan komunitas relawan yang akan kami wujudkan. Kami akan membuat progam-program yang sifatnya untuk kemaslahatan masyarakat diantaranya program kemanusiaan dan progam lingkungan.

Program kemanusiaan disini tentu akan berkaitan dengan bantuan korban bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor ataupun tsunami. Kami akan menyalurkan donasi yang terkumpul dari para donatur untuk disampaikan kepada korban bencana. Relawan kami juga siap bersedia untuk ikut terjun membantu para korban yang tertimpa musibah.

Tidak lupa juga dengan program lingkungan, lebih tepatnya sih program peduli lingkungan. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap sampah, pastinya akan dampaknya kepada kebersihan lingkungan. Kami akan bekerja sama dengan Bank Sampah di sekitar lokasi kami untuk memberdayakan masyarakat agar lebih peduli lagi dengan lingkungan. Semoga saja program ini dapat terwujud dan jika memungkinkan akan ada program-program lainnya yang lebih menantang seiring berjalannya waktu.

Menentukan Domain dan Hosting

Ini adalah bagian terpenting dari terciptanya sebuah website yaitu diperlukannya domain dan hosting. Tanpa domain dan hosting mustahil website relawan dapat terwujud. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan membeli sebuah domain dan hosting, jangan asal beli!

Banyak penyedia layanan domain dan hosting yang tidak bertanggung jawab, contohnya seperti kasus yang di alami oleh sahabat saya, yang saat itu ingin memperpanjang domain blog tetapi informasi di website pihak penyedia hosting tidak dapat diakses, dihubungi pun tidak terkoneksi. Alhasil, nama domain blog-nya terpaksa hangus begitu saja.

Jangan asal beli domain dan hosting. Gunakan tips terbaik dalam membeli domain dan hosting seperti pada gambar di samping ini.

Pilihlah penyedia layanan domain dan hosting yang mencakup ke lima kriteria tersebut agar website yang kita miliki dapat bekerja maksimal.

Performa Server Berkualitas

Performa server menjadi hal yang penting bagi setiap website, jadi selalu gunakan layanan hosting terbaik yang telah terpercaya performanya demi keberlangsungan website yang kita miliki. Nggak mau kan website kita tidak bisa di akses gara-gara server lemot.

Harga Terjangkau

Terkadang harga menentukan kualitas dari sebuah produk. Produk murah belum tentu pelayanan yang diberikan maksimal, yang mahal pun demikian belum tentu fitur-fiturnya bisa kita pergunakan seutuhnya. Jadi sebisa mungkin kita harus lebih bijak lagi dalam menentukan harga agar lebih terjangkau sesuai kebutuhan kita.

Costumer Support 24 Jam

Pelayanan tentu menjadi faktor penting saat kita mengalami kendala pada website. Diperlukan costumer support yang mampu melayani 24 jam dalam 7 hari kerja yang selalu siap sedia. Jadi kalaupun dini hari kita mendapatkan gangguan dengan website kita, dengan segera dapat terselesaikan saat itu juga.

Garansi Uang Kembali

Jaminan terkadang diperlukan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada pelanggan. Dengan adanya jaminan garansi uang kembali, pelanggan tentu akan lebih percaya untuk menggunakan jasa dan layanan dari penyedia hosting dan domain tersebut.

Fitur Lengkap

Fitur lengkap sudah pasti menjadi nilai tambah dari sebuah pelayanan yang diberikan. Dengan adanya fitur yang mendukung untuk mengembangkan , pengamanan pengguna dan fitur canggih lainnnya. Pastinya penyedia layanan hosting dan domain yang satu ini menjadi rekomendasi terbaik.

Nah, dari ke-5 tips diatas ada salah satu penyedia layanan hosting yang recommended banget untuk membuat website relawan kali ini! yaitu paket Cloud Web Hosting terbaik dan Domain Murah dari DomaiNesia. Mau tahu ulasanya seperti apa, simak penjelasanya berikut ini!

DomaiNesia, Cloud Web Hosting Indonesia Terbaik & Domain Murah

Sekilas Tentang DomaiNesia

DomaiNesia adalah penyedia layanan web hosting dan registrasi domain murah, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

DomaiNesia menyediakan segala kebutuhan untuk menciptkaan suatu blog atau website bagi individu maupun perusahaan.

Produk yang disediakan berupa Domain, Hosting, Secure Socket Layer (SSL), hingga Website.

Pastinya ini menjadi solusi tepat untuk membuat website relawan yang berisi informasi kegiatan dan laporan bagi para donatur dengan hosting murah.

Domain

Diibaratkan domain merupakan alamat dari rumah yang kalian. Jadi apabila da yang ingin berkunjung ke rumah kamu tentu dia harus mengetahui alamat rumah kamu. Secata teknis, domain merupakan alamat yang akan digunakan untuk menuju ke lokasi hosting. Sebagai contoh : www.adhihermawan.com

Hosting

Berbeda dengan domain, hosting merupakan sebuah tempat untuk menyimpan data. Data yang dimaksud bisa dalam bentuk tulisan, gambar atau video yang nantinya akan dikemas dalam suatu bentuk yang dinamakan website. Ibarat sebuah tanah kavling yang dibagi menjadi beberapa bagian untuk dibangun rumah.

SSL atau Secure Socket Layer

Ibarat pagar besi yang berfungsi untuk melindungi isi rumah. Begitu juga dengan SSL atau Secure Socket Layer yang merupakan sistem yang berfungsi sebagai pengaman website. SSL akan membuat suatu sistem yang terenkripsi antara server dan web browser pada sisi user. Sehingga, pada saat user mengakses website, maka data dapat terkirim dengan aman.

Website

Website terdiri dari tampilan atau halaman yang berisikan informasi. Jika diibaratkan yaitu rumah yang dibangun diatas petakan tanah kavling (hosting). Website biasanya tidak hanya berupa tulisan, terkadang dilengkapi dengan gambar ataupun video.

Alasan Memilih DomaiNesia?

Memilih layanan penyedia hosting dan domain tentu jangan asal pilih. Dengan mempertimbangkan faktor yang sebelumnya saya jelaskan rasa-rasanya Domainesia telah memenuhi kriteria yang saya harapkan. Performa website yang cepat sudah pasti menjadi prioritas kami, karena website kami nantinya akan menjadi pusat informasi yang akan diakses oleh banyak orang.

Jika melihat harga hosting yang terpampang di website Domainesia, nampaknya lebih terjangkau bahkan relatif lebih murah dengan layanan, performa dan fitur yang diberikan. Hal ini sudah pasti masuk kedalam kriteria saya juga dalam memilih layanan hosting dan domain. Apalagi jika saya memilih paket super, sudah dapat hosting ditambah gratis domain juga, pastinya jadi lebih murah dong.

Nah, ini dia yang tidak kalah pentingnya keunggulan lainnya yang dikemas secara aplik untuk mendukung terciptanya website relawan kami, diantaranya sebagai berikut!

SSD Super Cepat

100% Enterprise SSD untuk performa website secepat kilat

Instant Deploy

Fitur eksklusif untuk cara membuat blog dan  website dengan mudah & instan

Cloud Backup

Backup harian ke Cloud menjamin keamanan data penting kita

Garansi Uang Kembali

Uang kembali apabila kita kurang puas dengan layanan DomaiNesia*

Unlimited Bandwidth

Bandwidth tanpa batas menjamin kelancaran website atau blog yang kita kelola

Passionate Support

Pelayanan terbaik ke tiap customer, pelanggan adalah prioritas.

SSD Super Cepat

Ternyata pemanfaatan SSD tak hanya digunakan pada laptop pada umumnya, namun juga pada layanan web hosting. Bisa dibilang dengan adanya layanan SSD pada web hosting, performa yang dihasilkan akan lebih cepat dari hosting biasa. Saat ini sudah tersedia layanan web hosting murah menggunakan SSD di Domainesia. Pastinya dengan harga yang relatif murah ditambah performanya yang cepat kita akan lebih diuntungkan.

Instant Deploy

Nah, bagi teman-teman yang masih bingung cara membuat blog atau website profesional, jangan kuatir! karena DomaiNesia memiliki sebuah fitur yang memudahkan kita dalam pembuatan website. Fitur tersebut dinamakan Instant Deploy DomaiNesia. Dengan menggunakan fitur Instant Deploy DomaiNesia, kita dapat membuat website hanya dengan sekali klik. Caranya cukup mudah, yaitu hanya dengan memilih kategori website yang diinginkan, memilih jenis hosting dan domain, kemudian memasukkan email serta password untuk pengelolaan website. Maka website akan siap untuk digunakan.

Fitur Instant Deploy DomaiNesia ini dapat menjadi salah satu solusi yang tepat bagi kita yang kurang mengerti tentang bahasa pemrograman serta tidak ingin ribet membuat website dari nol. Untuk keamanannya sendiri juga sudah dilengkapi dengan perlindungan ekstra seperti update, antivirus, antimalware dan patching.

Cloud Backup

Ada juga fitur Cloud Backup yang berfungsi untuk mem-backup semua data yang terdapat dalam website setiap hari. Pastinya sistem backup ini dilakukan untuk menjamin keamanan data serta menghindari kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan, misalnya website yang tidak dapat diakses atau bahkan kehilangan data-data penting pada website.

Nggak mau kan data-data yang sudah kita buat hilang begitu saja? Apabila ini terjadi, pastinya banyak kerugian yang menimpa kita, selain waktu banyak yang terbuang juga pekerjaan kita selama ini akan menjadi sia-sia. Penting juga kan fitur yang satu ini. 

Garansi Uang Kembali

Merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan Domainesia? jangan galau, karena Domainesia juga memberikan jaminan dengan garansi uang kembali. Garansi uang kembali ini merupakan bukti bahwa Domainesia selalu memberikan yang terbaik untuk kepuasan pelanggan.

Ada peraturan khusus untuk mendapatkan jaminan yang satu ini. Kaita diharapkan untuk membatalkan membatalkan akun DomaiNesia dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 10 hari saat pertama pembelian. Perlu diketahui juga pengembalian uang Jaminan ini hanya berlaku untuk layanan hosting.

Unlimited Bandwidth

Pentingnya fitur bandwidth tanpa batas ini yaitu untuk menstabilkan website kita disaat pengunjung sedang asyik-asyiknya berkunjung di website kita. Pastinya ini sangat cocok dengan proyek website relawan yang nantinya akan ada banyak pengunjung untuk sekedar melihat hasil laporan bulanan ataupun untuk mencari informasi terkait donasi.

Jadi tak perlu kuatir saat pengunjung website sedang membludak yang biasanya berdampak pada masalah hang atau down dikarenakan kuota bandwithnya sudah habis.

Passionate Support

Salah satu hal yang berkesan dari DomaiNesia adalah pelayananya yang sangat baik. Setiap customer service selalu memberikan pelayanan yang sangat ramah, bersahabat, profesional dan cepat. Costumer service siap membantu kita menyelesaikan masalah kapan saja, tentunya yang berhubungan dengan produk DomaiNesia.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan pelayananya DomaiNesia juga dilengkapi fitur komunikasi yang disediakan untuk mendukung pelanggan yang menjadi prioritas utama, seperti halnya tiket bantuan, email dan panggilan telepon. Dan yang tidak kalah menariknya yaitu adanya fitur live chat yang kita bisa langsung berkomunikasi dengan costumer service pada saat itu juga akan dibalas. Jadi kita tak perlu bingung ketika website kita terdapat masalah, tinggal hubungi saja costumer servie DomaiNesia.

Bersama DomaiNesia

Menebar Kebaikan Jadi Lebih Mudah

Dengan menggunakan layanan web hosting dan domain dari DomaiNesia, website relawan kami tentunya akan lebih bermanfaat dan mampu menjangkau lapisan masyarakat untuk menyalurkan donasi bagi korban bencana. Saya pun berharap semoga website relawan ini tidak hanya sebagai profil komunitas saja, tetapi mampu menjembatani para donatur yang ingin mendukung program-program yang telah kami kembangkan.

Semoga bersama DomaiNesia, semakin banyak orang yang terinspirasi untuk ikut dalam lingkaran kemanusiaan dan sama-sama berkontribusi untuk membangun peradaban manusia yang lebih peduli lagi dengan sesama dan lingkungan. Tanpa kebaikan yang kecil, tidak akan ada kebaikan yang besar. Pastikan selalu menebar kebaikan di setiap langkah kita. Terimakasih DomaiNesia!

Jangan Lupa Menebar Kebaikan Hari ini!

Jangan lupa Follow social media DomaiNesia untuk dapatkan Informasi menarik lainya terkait produk dan promosi
Sumber Referensi dan Gambar: Dokumen Pribadi, https://domainesia.com, https://freepik.com,Youtube: Den_Yunus 99 infografis: Adhi Hermawan

Asian Games2018 : Sarana Menuju Indonesia Maju dan Persatuan Bangsa

Asian Games2018 : Sarana Menuju Indonesia Maju dan Persatuan Bangsa

[layerslider id="71"]

Begitulah orasi Bung Karno saat itu sambil menunjuk-nunjukkan ujung tongkatnya ke arah maket rancangan Stadion untuk persiapan penyelanggaraan Asian games ke IV tahun 1962 kala itu.

Indonesia kala itu masih berusia belia, 17 tahun. Namun hasrat bapak bangsa saat itu Soekarno, menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Asian Games yang ke IV begitu menggebu untuk menunjukan kepada mata dunia bahwa Indonesia dengan umurnya yang masih muda mampu menjadi negara yang besar, berdaulat dan kuat.

Dalam keyakinannya, kala itu tak sedikit yang meragukan kemampuan Indonesia menyelenggarakan ajang olahraga negara-negara Asia tersebut karena baru saja merdeka. Namun, Soekarno seorang bapak bangsa yang optimis, tidak pernah menggubris kicauan-kicauan yang meremahkan tersebut. Ia yakin dalam empat tahun Indonesia mampu bersiap menjadi penyelenggara yang baik dengan sarana dan prasarana yang mumpuni.

Babak Baru Penyelengaraan Asian Games di Indonesia, Dimulai!

Persiapan dan pembangunan berbagai infrastruktur saat itu gencar dilakukan untuk menyambut negara-negara Asia berkompetisi di ajang Asian games. Presiden Soekarno saat itu berkata “berapapun biaya yang harus dikeluarkan tidak menjadi masalah, asalkan harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia diakui.”

Indonesia sebagai bangsa yang baru merdeka kemudian membangun Stadion Utama yang kini dikenal sebagai Gelanggang Olaghraga Bungkarno (GBK) dengan kapasistas 100.000 sebagai salah satu stadion terbesar di Asia Tenggara. Diikuti dengan pembangunan komplek olahraga Senayan, istana olahraga (Istora) untuk bulutangkis, kolam renang dengan kapasitas 8.000 penonton, pembangunan lapangan tenis dan berbagai fasilitas olahraga lainnya.

Tidak hanya itu, pembangunan Patung Selamat Datang, Hotel Indonesia dan Jembatan Semanggi juga dilakukan untuk menyambut atlet dari berbagai negara di Asia. Pembanguanan pesat dalam waktu singkat ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bergerak maju dan cepat.

Pembangunan Stadion Gelora Bung Karno, Sumber Foto: Merdeka.com

Bung Karno turut megeluarkan Keputusan Presiden No. 79 tahun 1961 yang mengharuskan semua kegiatan olahraga untuk berada dalam satu pusat komando agar bisa dilakukan secara terpimpin, terkendali dan terencana. Oleh karena itu, seluruh rakyat diikutsertakan, seluruh dana dikerahkan sehingga menjadi satu gerakan massa olahraga yang masif.

“Revolusi keolahragaan kita adalah sebagian daripada nation building Indonesia, revolusi kita untuk membentuk manusia baru Indonesia, antrapologis, rasial, adalah sebagian daripada nation building Indonesia. Pendek kata, Saudara, kita ini sekarang semuanya memikul tugas besar yang di dalam satu perkataan dinamakan nation building,” Sebagaimana diorasikan Bung Karno dalam suatu pidatonya.

Dan Kini Sejarah Terbaik Asian Games Terulang Kembali, Untuk Indonesia!

Dalam Tesis yang berjudul “Pesta Olahraga Asia (Asian Games IV) tahun 1962 di Jakarta : Motivasi dan Capaiannya, karya Amien Rahayu mengungkapkan bahwa Asian games 1962 dijadikan oleh Presiden Soekarno untuk mengangkat nama, harkat dan martabat, serta prestasi olahraga Indonesia di level Internasional.

Gegap-gempita Asian Games 1962 silam mampu terselenggara dengan sukses, menjadikan Jakarta sebagai Ibukota Negara yang modern serta tentunya mampu menjunjung Indonesia menjadi negara yang harkat dan martabatnya diakui bangsa-bangsa lain.

Semangat Bung Karno dengan Asian games 1962 itu pula yang dipegang teguh bangsa Indoensia yang saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk kembali mengulang sejarah itu. Menyelenggarakan Asian games dengan lebih semarak dan sukses serta mampu menjadi sarana unjuk gigi, menunjukan kekuatan bangsa dan negara Indonesia kepada dunia internasional khususnya negara-negara Asia bahwa bangsa dan negara yang besar ini tengah bersiap menuju era baru, Menuju Indonesia Maju.

Upacara pembukaan Asian Games 1962 dan 2018

  • Pembukaan Asian Games 1962 dilakukan oleh Presiden Soekarno di GBK Senayan, Jakarta.
  • Pembukaan Asian Games 2018 dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di GBK Senayan, Jakarta

 

Sumber Foto: Kolase twitter/ @kemenpora, Instagram/@jokowi

Benar saja meski persiapan dalam jangka waktu yang singkat 3,5 tahun Indonesia tetap mampu sukses menyelenggarakan perhelatan Asian games 2018. Dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi 3,5 tahun tersebut mampu disulap menjadi kesusksesan menghadirkan infrastruktur dan sarana olahraga yang berstandar Internasional.

Sehingga saat ini kita memiliki beberapa fasilitas olahraga kelas dunia, diantaranya ada Shooting Range atau arena menembak dengan fasilitas terbaik dunia. Indonesia juga memiliki arena JetSki Ancol sebagai salah satu yang termegah dan berstandar dunia dengan bangunan seluas 2 hektare. Selain itu venue Akuatik Indonesia juga disebut-sebut sebagai venue terbaik se-Asia dengan desain kekinian. Serta tentu venue yang banyak menjadi sorotan yaitu Velodrome sebagai venue cabang balap sepeda dengan predikat katgori 1, yang artinya memenuhi standar lintasan balap sepeda standar dunia, dan layak mempertandingkan event skala dunia seperti Olimpiade. Dan masih banyak lagi venue atau arena olahraga lainnya yang dibangun dengan standar terbaik untuk kesuksesan Asian games jakarta-Palembang 2018.

Selain itu Indonesia sebagai penyelenggara, juga mampu menunjukan karakteristik bangsa sebagai bangsa yang ramah dan dengan bahagia menyambut dan memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu undangan peserta Asian Games 2018. Terbukti Indonesia mampu memberikan pelayanan terbaik kepada 17.244 orang atlet dan official dari negara-negara Asia, serta 11 ribu jurnalis. Semua merasa tenang dan senang hadir di Indonesia.

Dan yang paling terpenting adalah semua perbedaan yang ada dan hadir diantara kemajemukan rakyat Indonesia kemudian sejenak melebur menjadi satu. Satu nyawa, satu cita dan satu cinta, yaitu Indonesia. Semangat dan teriakan-teriakan IN-DO-NE-SIA menggema di setiap penjuru kursi-kursi penonton, di jalan-jalan dari kampung-kampung serta rumah-rumah warga. Semua satu warna dan satu cita; berteriak memberi semangat dan mendoakan para atlet, agar Indonesia menjadi juara.

Sumber Foto: Bolasport.com , Twitter/@jokowi

“Mari merapatkan dukungan untuk perjuangan atlet-atlet Indonesia!,” seru Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi yang baru diunggahnya beberapa saat lalu.

Terbukti, selain sukses menyelenggarakan Indonesia tiba-tiba muncul sebagai negara yang prestasi olahraganya makin membaik, bertengger di peringkat 4 dalam tabel klasemen perolehan mendali dengan 30 mendali emasnya. Buah dari kerja keras pembinaan dan semangat para atlet serta tentunya dukungan pemerintah, dukungan, doa dan semangat 260 juta lebih jiwa rakyat Indonesia dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini.

Sumber Foto: Twitter/@jokowi

“Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat merah putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada cara Penyerahan Bonus Kepada Peraih Medali Asian Games 2018, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9) pagi.

Kita lupa kita berbeda, kita lupa kita tidak se-agama, tidak sesuku dan tidak sama warna kulitnya. Kita hanya ingat bahwa kita satu, kita Bhineka Tunggal Ika, kita Indonesia! Kita yang mengisi relung-relung pondasi kesuksesan Asian games ke XVII Jakarta-Palembang 2018 sebagai ajang olahraga yang semarak dan sukses.

Oleh sebab itu mari kita jaga semangat persatuan yang tergambar di ajang Asian Games 2018 ini, meskipun Asian Games telah berakhir hendaknya persatuan dan kepaduan seluruh rakyat Indonesia mampu kita pertahankan dan kita jalin hingga esok dan selamanya. Mari bersama-sama menuju Indonesia maju!

Sukses Asian Games 2018, Menuju Indonesia Maju.

Sumber Referensi:

setkab.go.id/asian-games-2018-sukses-presiden-jokowi-sampaikan-apresiasi-kepada-semua-pihak-terkait/

setkab.go.id/punya-banyak-arena-berkelas-dunia-pengurus-olahraga-perlu-agresif-gelar-kejuaraan-internasional/

setkab.go.id/h-5-asian-games-2018-presiden-jokowi-mari-rapatkan-dukungan-untuk-atlet-atlet-indonesia/

“Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno”, buku yang diterbitkan untuk merayakan 42 tahun Gelora Bung Karno: Grasindo.

 

Sulutkan Api Semangat! Dukung Bersama Asian Games 2018

Sulutkan Api Semangat! Dukung Bersama Asian Games 2018

[layerslider id="66"]

“Bahkan sedikit percikan api pun bisa membakar apa pun yang berada disekitarnya, begitu juga dengan semangat”

Semangat itu Menular, maka tularkanlah!

Saya Dukung Asian Games 2018

Saya Bangga menjadi Tuan Rumah Asian Games 2018

Huru-hara semangat berolahraga semakin memuncak, apalagi setelah salah satu anak bangsa berhasil merebut medali emas lari 100 meter pada Kejuaraan Dunia  U-20 IAAF, Lalu Muhammad Zohri. Kabar yang tidak kalah pentingnya yaitu Indonesia juga berhasil merebut posisi juara ketiga pada turnamen Piala AFF U-19 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Tentu ini menjadi pematik semangat untuk menyambut ajang bergengsi Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang nanti.

Semangat itu menular, begitu juga dengan semangat untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Siapa yang tidak bangga, tentu kita semua bangga karena mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam perayaan pesta olahraga se-Asia. Seluruh atlit mancanegara akan berlaga di negara kita untuk meraih pedikat terbaik dan membawa medali emas, perunggu dan perak dari berbagai cabang olahraga.

Siapa saja tentu boleh menyuarakan dukungannya, tidak hanya yang muda, anak-anak, orang tua, jomblo hingga warga sekampung diperkenankan untuk ikut memeriahkan acara ini. Dukungan yang diberikan tentunya juga bermacam-macam seperti dukungan semangat, menjaga kebersihan, keamanan, hingga koar-koar melalui media sosial. Tujuannya tentu agar semua merasakan semangat kebersamaan untuk menunjukan kepada dunia bahwa kita siap menjadi pusat perhelatan olahraga di mancanegara.

Saking semangatnya, ada salah satu postingan semarak Asian Games 2018 di instastory yang berhasil menggerakan hati saya untuk pulang ke kampung halaman. Karena apa? “Api Abadi Mrapen” alasanya.

Api Abadi Mrapen, Sulutkan Semangat Sportifitas

Saya lahir di Grobogan,

Dan disitulah Api Abadi Mrapen terus berkorbar

Bergegas saya menyiapkan barang-barang dan memesan tiket untuk berangkat ke kampung halaman. Diiringi perasaan senang dan bangga, saya sudah mempersiapkan berbagai agenda yang akan saya lakukan di kampung tercinta nanti. Salah satu agenda yang akan saya lalukan yaitu menjadi saksi pengambilan api abadi Mrapen yang akan digunakan untuk menyalakan obor Asian Games 2018.

Oh iya, Api Abadi Mrapen itu merupakan objek wisata di komplek Mrapen, desa Manggarmas, kecamatan Godong, kabupaten Grobogan, provinsi Jawa Tengah. Di lokasi tersebut terdapat api yang tidak pernah padam sekalipun terguyur hujan berhari-hari, konon katanya tempat tersebut merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Sejak dulu hingga sekarang api tersebut tidak pernah padam sehingga diberi nama Api Abadi Mrapen.

Di lokasi objek wisata Api Abadi Mrapen, nantinya akan menjadi tempat pengambilan api untuk penyalaan obor Asian Games 2018. Seperti tradisi sebelumnya banyak peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan HAORNAS. Tidak hanya itu, api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.

Nah, untuk penyalaan obor Asian Games 2018, api abadi Mrapen akan disatukan dengan api yang berasal dari India. Prosesi pengabungannya pun dilakukan di Candi Prambanan, kemudian akan dilakukan kirab obor ke berbagai kota di Indonesia seperti Solo, Malang, Blitar, Bali, NTT, Sulawesi, Aceh, Riau, Padang, Cilegon, Serang, Banten, sampai di Jakarta dan Palembang.

Pastinya sungguh menjadi kehormatan bagi kami warga grobogan menjadi pematik awal untuk menyulutkan semangat sportifitas kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa inilah Energy Of Asia yang sesungguhnya.

Serangkaian Dukungan Untuk Memeriahkan Asian Games 2018

“Gak Cuma Api Abadi Mrapen yang akan menyulutkan Semangat,
Berbagai pertunjukan, tarian dan keseruan lainnya akan menjadi dukungan kami”

Walaupun tidak menjadi lokasi kompetisi olahraga, saya cukup bangga dengan daerah saya karena masih berkesempatan menjadi tempat awal dimana kemeriahan Asian Games 2018 akan dimulai. Inilah bukti bahwa saya mendukung penuh penyelenggaraan ajang kompetisi yang dilakukan empat tahun sekali. Dengan harapan, semangat ini mampu membawa energy positif kepada semua kalangan masyarakat untuk turut memeriahkan pesta olahraga Asian Games 2018.

Kegembiraan untuk menyambut hari yang telah dinantikan tentu membuat kami warga grobogan semakin antusias dalam mempersiapkan even internasional ini. Sambutan berupa umbul-umbul dan baliho menghiasi jalan utama yang akan dilewati menuju lokasi pengambilan Api Abadi Mrapen. “Siswa-siswa sekolah disekitar sini nanti juga pada datang buat jadi pengiring dan menyambut kedatangan bupati grobogan beserta rombongannya“ kata mas udin yang merupakan warga dari desa manggarmas.

Serangkaian acara telah disusun untuk memeriahkan prosesi pengambilan api dari Api Abadi Mrapen. Tamu undangan akan disambut sejumlah tarian tradisional. Antara lain, tari gambyong, tari angguk, jaranan. Dan yang gak kalah pentingnya lagi nanti sebelum acara pengambilan api dilakukan akan ada pertunjukan drama yang menampilkan tujuh puteri Indonesia dengan lakon ”Joko Tarub”. Mereka akan menjadi tujuh bidadari yang merupakan cerita rakyat daerah asli grobogan. Kehadiran dari tujuh Puteri Indonesia tentunya akan memeriahkan kegiatan ini dengan harapan mampu mengundang wisatawan untuk mengeksplore pariwisata di Grobogan.

Inilah bentuk dukungan dari kami untuk memeriahkan Asian Games 2018, semoga di daerah kalian juga sama serunya dalam menyambut dan mendukung bersama Asian Games 2018 yang akan segera kita gelar. Saya pun sudah tidak sabar lagi menanti acara yang super meriah ini. Menjadi saksi perjalanan api semangat sportifitas untuk memeriahkan Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. Dukungan ini adalah bukti kami warga Grobogan untuk senantiasa menyemangati masyarakat Indonesia untuk tetap semangat berkompetisi dengan sportifitas dan loyalitas.

Mari #dukungbersama Asia Games 2018, Jayalah Indonesiaku .