by Adhi Hermawan | Dec 30, 2022 | Education
Sebagai orang tua tentu menginginkan sang buah hati bersekolah sekolah terbaik. Hingga memilih SD Islam Terbaik seringkali membuat orang tua dilema. Apalagi menimbang setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Terlebih lagi jenjang Sekolah Dasar yang akan menghabiskan 6 tahun waktu pendidikan. Berikut ini daftar lima Sekolah Dasar Islam terbaik di Kelapa Gading.
1 SD IT Al Huda
SDIT Al Huda terletak di Kompleks BCS, Jl. Musik Raya No.2, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara. Memiliki visi Terwujudnya pendidikan dasar Islam yang modern dan profesional sehingga mampu mencetak peserta didik yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, berakhlak mulia dan penghafal Al-Qur’an. Menjadikannya sebagai satu dari 5 SD Islam Terbaik di Kelapa Gading.
Demi mencapai generasi yang taat beribadah dan berakhlakul karimah, SDIT Al Huda menerapkan sistem pendidikan yang terintegrasi Al-Qur’an dan Sunnah. Metode menghafal Al Quran yang kembangkan secara khusus untuk mendidik generasi muslim dan muslimah yang saleh, cerdas, kreatif dengan staf pendidik yang profesional, metode belajar social care, hingga event dan perlombaan lainnya.
2 SDIT Al Mu’min
SD Islam Terbaik selanjutnya berada di Jl. Bangun Cipta Raya No.16 A, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara. Sumbangsih prestasi akademik dan non akademik siswa-siswinya menjadikan SDIT Al Mu’min menjadi salah satu rekomendasi SDIT di Jakarta.
Di sisi fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap, penamaan dan metode pengajaran karakter iman menjadi pendidikan yang utama di sekolah ini. Siswa juga diberikan standar Tahfidz 3 juz baik tartil maupun muqim Al Quran dengan metode Ummi Penanaman holistik. Siswa bisa memilih ekskul mulai dari Robotic, Tahfidz Club, English Club, Sains Club, Futsal, Silat, Pramuka, Memanah, Renang, Marawis, Hadroh, dan lain sebagainya.
3 SDIT Al Barkah (MI)
SDIT Al Barkah yang berada di area Jl. Teguh Raya Selatan,Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara menjadi SD Islam Terbaik yang patut dipertimbangkan untuk tempat bersekolah berbasis islam di Kelapa Gading.
Melalui metode rohani dan hafalan Al Quran yang diterapkan SDIT Al Barkah mendorong siswa untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan yang siap menghadapi era kecanggihan teknologi dengan menerapkan prinsip islami dan akhlak terpuji.
4 SDI Al Azka
SDI AL Azka berada di Jl. Boulevard Timur No.1, Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara. Sebagai SD Islam Terbaik, SD Islam Alazka mengedepankan pendekatan humanistic terhadap siswa-siswinya demi memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda setiap bakat peserta didik.
karena setiap anak memiliki minat dan bakat yang istimewa. Pada usia SD, anak membutuhkan keteladanan yang kuat, untuk itu para pendidik dituntut untuk selalu memberikan tuntunan dengan sikap dan perilaku positif yang tulus.
Guru-guru SD Islam Al Azka menekankan kemampuan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, penuh kehangatan dan keakraban. Hal ini sebagai kebutuhan keteladanan yang baik dari para pendidik untuk siswa-siswinya baik segi agama maupun ilmu formal.
5 MI Nur At Taqwa
MI Nur At Taqwa menjadi SD Islam Terbaik berikutnya yang masuk ke dalam daftar sekolah unggulan. Lokasinya berada di Jl. Pegangsaan Dua, KM 4 Pegangsaan Dua Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara. Sekolah dilengkapi dengan ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, lapangan olahraga, masjid, kantin dan fasilitas lainnya.
Adapun pelajaran yang diberikan meliputi semua mata pelajaran wajib sesuai kurikulum nasional dengan tambahan nilai-nilai agama Islam dengan staf pengajar guru yang kompeten pada bidang pelajarannya sehingga berkualitas.
Sayangnya memilih sekolah untuk buah hati tidak cukup dengan melihat status SD Islam Terbaik saja. Poin yang tidak kalah penting yaitu memastikan sekolah pilihan orang tua benar-benar menerapkan pembelajaran agama dan akhlak yang baik. Pelajari dan riset lebih rinci mengenai kurikulumnya dan sebaiknya pilih sekolah yang pelajaran agamanya banyak dan padat seperti SDIT Al Huda.
Sebagai orang tua, jangan sungkan untuk bertanya kepada Bapak/Ibu Guru seputar program yang ada di sekolah tersebut. Apa saja ekskul yang tersedia, cakupan kegiatan sekolah, target pengetahuan atau hafalan siswa ketika lulus, hingga sistem pembelajaran akhlak dan agamanya. Di SDIT Al Huda sebagai SD Islam Terbaik menargetkan peserta didiknya untuk hafal minimal 3 juz Al Quran saat lulus.
Memilih sekolah yang sudah terakreditasi A juga tidak kalah penting. Biasanya sekolah yang terakreditasi A memiliki fasilitas dan manajemen sekolah lebih baik. Cari informasi juga tentang rekam jejak sekolah baik melalui media sekolahnya, bertanya kepada masyarakat setempat, atau kepada alumni dan teman yang anaknya sekolah di SD Islam Terbaik terkait prestasi dan lain-lain.
by Adhi Hermawan | Oct 31, 2019 | Education, Technology, Writing Competition
Astra Financial, Solusi Inklusi Keuangan di Era Industri 4.0
Tahun 2010, pertama kalinya saya terjun ke dunia kerja. Decak kagum menghiasi suasana hati saya, lantaran saya diterima kerja di perusahaan otomotif di Jakarta. Dari ratusan pelamar kerja, bisa dihitungan jari orang yang lulus seleksi, dan saya salah satu diantaranya. Dari beberapa orang yang lulus seleksi, hanya saya yang lulusan SMA, sedangkan yang lainnya adalah lulusan SMK yang notabennya sudah memiliki keahlian di bidang otomotif.
Dari kampung menuju Jakarta, rasanya tidak sia-sia perjuangan ini. Setelah perjanjian kontrak kerja berlangsung, saat itu juga dibagikan nomer rekening dan kartu ATM sebagai payroll atau sistem penggajian karyawan. Payroll yang digunakan saat itu adalah Payroll PermataBank, dimana perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan PermataBank. PermataBank sendiri merupakan perusahaan di bawah naungan Astra Fiancial.
Awalnya saya sempat tidak percaya jika harus menggunakan bank sebagai sistem pembayaran gaji. Kekhawatiran muncul lantaran saya belum pernah mengenal bank, apalagi mengakses ATM. Perasaan takut gaji tidak terkirim, salah tekan tombol, salah kirim uang dan sebagainya telah menghantui perasaan saya. Maklum saya hanya anak kampung, bahkan di desa saya sendiri belum banyak layanan seperti perbankan.
Namun seiring berjalannya waktu saya semakin menguasai dan mulai terbiasa dengan mesin ATM. Bahkan kemudahan mengakses transaksi menggunakan PermataMobile dengan mudah bisa saya lakukan. Jika sebelumnya transfer uang harus melalui ATM, kini bisa saya lakukan hanya dengan bermodal smartphone. Tidak hanya itu kemudahan transaksi untuk mengisi pulsa, membeli token listrik, ataupun membayar tagihan lainnya bisa dengan mudah saya lakukan melalui PermataMobile.
Tantangan Inklusi Keuangan di Indonesia
Setelah tiga tahun bekerja, saya harus menelan pil pahit lantaran pemutusan hubungan kerja akibat kontrak kerja telah habis. Dengan berat hati saya kembali pulang ke kampung halaman di desa Kemantren, Grobogan, Jawa Tengah.
Suasana pun berubah drastis, dari gedung pencakar langit yang setiap hari saya pandangi, kini berubah hamparan sawah menguning di depan rumah, kemacetan pun juga tak tampak di kampung saya, yang ada hanyalah kerbau dan grombolan bebek yang jalan secara berurutan. Kondisipun berubah sedemikian rupa, termasuk layanan keuangan jarang sekali saya temui.
Disinilah saya baru merasakan betapa pentingnya lembaga atau penyedia layanan keuangan di daerah-daerah, ini tentunya menjadi tantangan Inklusi keuangan di Indonesia. Berikut ini beberapa permasalahan yang menjadi tantangan inklusi keuangan:

1. Sulitnya menemukan lembaga atau penyedia layanan keuangan di desa atau daerah tertinggal
Bisa dipastikan, layanan keuangan belum merata hingga ke desa kami. Belum banyaknya cabang perbankan atau ATM yang tersebar luas di desa, membuat saya harus ke kota terlebih dahulu untuk dapat mengakses layanan perbankan. Tapi, untungnya saya masih terbantu dengan adanya PermataMobile, yang bisa saya gunakan untuk segala bentuk transaksi secara online.
2. Rendahnya kepedulian terhadap literasi keuangan
Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap literasi keuangan juga menjadi tantangan. Masih banyak dari masyarakat di desa unbanked alias jauh dari sentuhan bank, dimana mereka lebih nyaman menyimpan uang mereka dibawah bantal dari pada di Bank. Bahkan mengintip keseharian Ayah saya saja, masih menyimpan uang hasil usaha di lemari pakaian. Ini artinya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan masih sangat rendah atau akses masyarakat yang masih terbatas.
3. Pengembangan aplikasi fintech yang berlum dapat diakses di daerah tertinggal
Mungkin jika kita melihat di kota-kota besar, sudah mulai adanya peningkatan inklusi keuangan, dengan berbagai pengembangan yang dikaitkan dengan teknologi keuangan seperti adanya aplikasi fintech dan lain sebagainya. Namun kemudahan yang ditawarkan tersebut belum mampu diserap oleh masyarakat di desa atau daerah tertinggal. Oleh karena itu perlunya inovasi dan perluasan layanan keuangan hingga ke plosok nusantara, agar inklusi keuangan dapat meningkat secara merata.
Peran Astra Financial, menjawab tantangan Inklusi Keuangan
Jika melihat tantangan di atas, solusi utama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia adalah menyediakan akses layanan keuangan yang mudah dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Astra Financial hadir untuk menjawab tantangan tersebut.
Astra Financial yang merupakan Divisi Jasa Keuangan PT. Astra International Tbk, menaungi sebelas penyedia layanan keuangan yang meliputi:
1. Perbankan: PermataBank
2. Pembiayaan: Astra Credit Companies (ACC), Federal International Finance (FIF), Toyota Astra Finance (TAF), Surya Artha Nusantara Finance, Komatsu Astra Finance
3. Asuransi GeneraI: Asuransi Astra,
4. Asuransi Jiwa: Astra Life,
5. Modal ventura: Astra Ventura,
6. Fintech: Astra Welab Digital Artha
7. Dana Pensiun: Dana Pensiun Astra.
Permata Bank, solusi mengatur keuangan
Permata Bank telah berkembang menjadi bank swasta utama dengan berbagai produk dan jasa inovatif yang memberikan layanan keuangan menyeluruh secara sederhana, cepat, dan bisa diandalkan. Saya sendiri merasa terbantu dengan adanya payroll Permata Bank, menggunakan layanan berupa kartu ATM, serta pelayanan lainnya yang membantu mengatur keuangan.
Selain itu saya juga menggunakan layanan PermataMobile X, apapun bisa saya lakukan mulai dari transfer uang, isi pulsa, hingga membayar tagihan. Selain PermataMobile X, ada juga layanan lainnya seperti ATM, PermataMobile X, PermataNet, E-Form, E-Statement, E-Wealth, E-Business dan API Banking.
Astra Credit Companies (ACC), memberikan kemudahan layanan pembiayaan
Untuk meningkatkan inklusi keuangan perlunya kemudahan layanan pembiayaan. Hal ini dirasakan oleh sahabat saya ketika ingin membeli kendaraan pribadi. Jika harus membayar secara tunai, tentu sangat memberatkan bagi sahabat saya. Oleh karena itu perlunya layanan pembiayaan untuk memudahkan, Astra Credit Companies (ACC) solusinya.
Berkat ACC, sahabat saya bisa memiliki mobil Ayla yang menjadi idamannya, tentunya melalui rekomendasi saya. Tidak hanya itu, pelayanan asuransi melalui garda oto juga tidak terlupakan demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Selain ACC, ada juga layanan pembiayaan lainnya dibawah naungan Astra Financial, yaitu Federal International Finance (FIF), Toyota Astra Finance (TAF), Surya Artha Nusantara Finance, Komatsu Astra Finance.
Astra Life, asuransi jiwa perlindungan untuk keluarga
PT ASTRA AVIVA LIFE (Astra Life) adalah perusahaan asuransi jiwa patungan PT Astra International Tbk dan Aviva International Holding Limited mampu menjadi solusi perlindungan untuk keluarga. Berbagai pilihan produk dipasarkan melalui kanal-kanal distribusi, baik produk-produk asuransi jiwa perorangan maupun perusahaan. Jeripayahnya selama 4 tahun beroperasi, Astra Life telah mencapai pertumbuhan perusahaan yang sangat baik dengan lebih dari 1 juta tertanggung untuk menikmati layanan ini.
Astra Fiancial Mendukung Fintech hingga pameran GIIAS
Seiring berkembangnya industry 4.0, dimana teknologi informasi telah mengalami perkembangan yang pesat. Tentunya, fintech atau teknologi finansial menjadi salah satu solusi yang bisa diandalkan. Dengan berbasis jaringan internet, teknologi ini mampu menawarkan layanan keuangan yang lebih mudah diakses. Layanannya pun meliputi beragam aspek, mulai dari investasi dana hingga peminjaman modal.
MAUCASH dari PT. Astra Welab Digital Artha yang merupakan bagian dari Astra Financial, Salah satu bentuk inovasi yang termasuk dalam teknologi finansial. Layanan ini memungkinkan masyarakat termasuk mereka yang tinggal di pelosok daerah untuk mendapatkan akses mudah saat membutuhkan tambahan modal. Selain itu, fintech ini juga telh diawasi oleh OJK yang berarti aman dan bebas penipuan.

Tidak hanya itu Astra Financial juga melakukan pendekatan melalui pemeran berkelas berskala internasional yaitu GIIAS 2019. Jadi jangan lewatkan pameran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show). Rekan-rekan bisa menelusuri lebih lengkap mengenai jasa keuangan Astra Financial, langsung saja hadir ke acara GIIAS 2019 di ICE BSD City, kalian juga bisa dapatkan berbagai program promo menarik dan keseruan di booth Astra Financials.
Itulah usalan singkat bahwa Astra Financial mampu menjawab atas tantangan inklusi keuangan di Indonesia. Semoga informasi di atas bisa menjadi motivasi kita untuk terlibat dalam usaha meningkatkan inklusi keuangan sekaligus pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Semoga Inklusi Keuangan di Indonesia semakin meningkat, terlebih banyak masyarakat mampu mengakses layanan keuangan dengan mudah.
* Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Jurnalis & Blogger Astra Financial 2019 (KJBAF 2019)
Sumber dan Referensi:
https://www.alinea.id/infografis/literasi-keuangan-kunci-terhindar-dari-investasi-bodong-b1Uut95u.
https://maucash.id/product.html.
by Adhi Hermawan | Sep 22, 2019 | Education, Writing Competition
INDONESIA BANGKIT
DENGAN SAWIT
Sawit merupakan komoditas penting bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya menggerakkan sektor perekonomian desa, tetapi juga menyumbang devisa terbesar bagi perekonomian nasional.
Seorang pemuda tampak berjalan tegap, mengangkat sebatang pohon sawit berdahan rimbun. Dia berjalan diantara hamparan lahan yang luas menuju area penanaman sawit. Dari bibit itulah yang nantinya akan ditanam di perkebunan kelapa sawit.
Panggil saja Mas Sigit, dia merupakan petani kelapa sawit di kebun plasma yang dinaungi oleh perusahaan setempat. Kehadiran Industri kelapa sawit tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat di derahnya tetapi juga memberikan peluang pekerjaan bagi dirinya.
Dari hasil jeripayahnya, ia mampu menafkahi keluarganya dan membiayai pendidikan anak-anaknya. Itulah satu dari sekian banyak manfaat dari perkembangan sawit di Indonesia.
Perkembangan Sawit di Indonesia
Bicara sawit kita patut bangga dengan negara kita, karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Perkembangan sawit di Indonesia terbilang sangat pesat. Hal ini dapat ditinjau dari kenaikan produksi sawit yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dampaknya tentu membawa perubahan positif dalam berbagai aspek kehidupan.
Dilansir dari wartaekonomi berdasarkan data IndexMundi, mencatat Indonesia merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia dengan volume sebesar 43.000.000 ton per tahun. Hal ini tentunya menjadikan sawit sebagai industri yang paling produktif dan profitable.
Industri Sawit yang Kian Melejit
Perkembangan sawit yang cukup signifikan, tentunya mendorong pertumbuhan industri sawit yang kian melejit. Namun, disisi lain sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa sawit memiliki berdampak negatif terhadap lingkungan diantaranya deforestasi dan juga merupakan tanaman paling banyak menyerap air. Benarkah demikian? mari kita simak fakta berikut ini.
Berdasarkan fakta, anggapan tersebut kurang tepat. Sawit bukanlah penyumbang utama deforestasi, juga bukan yang paling banyak menyerap air. Jika ditinjau dari segi manfaat tentu sawit memiliki peranan yang lebih penting dalam kehidupan sehari-hari.
Peranan Sawit Dalam Kehidupan Sehari-hari
Berbagai olahan sawit seringkali kita jumpai, bahkan 24 jam aktivitas kita tak luput dari produk yang mengandung minyak sawit. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, produk yang kita gunakan mengandung olahan sawit.
Produk Olahan Minyak Sawit
– Coklat, Mentega, Kue Kering
– Minyak goreng, Roti, Mie Instan
– Lipstik, Sabun Mandi, Shampo, Pasta Gigi, Detergen.
– Biodiessel
Perlu kita ketahui manfaat kelapa sawit ternyata tidak hanya berupa minyak saja yang dihasilkan, tetapi dari hasil limbahnya pun dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan. Berikut ini manfaat limbah dari kelapa sawit yang dapat diolah kembali.
Sebagian petani memanfaatkan waktu penantian panen kelapa sawit untuk mengolah limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik untuk tanaman.
Dari dahan atau pelepah kelapa sawit bisa dijadikan sebuah anyaman atau kerajinan. Hasilnya pun dapat berupa keranjang ataupun penutup atap rumah
Daun yang dihasilkan oleh kelapa sawit juga dapat diolah menjadi pakan ternak. Dengan mesin pencacah, hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk sapi atau kambing.
Sawit Kuat, Indonesia Hebat
Mari kita dukung pertumbuhan Industri sawit yang dapat membawa kemaslahatan dalam berbagai aspek kehidupan diantarnya, lingkungan, sosial, pangan, tenaga kerja bahkan perekonomian nasional.
Namun, jangan jadikan sawit sebagai “monster” ekosistem alam yang berdampak buruk terhadap lingkungan salah satunya dengan adanya pembukaan lahan yang mengorbankan hutan.
Dengan mengedepankan industri sawit yang berkelanjutan dan sesuai dengan tata kelola lahan, peranan sawit dapat terwujud untuk pembangunan perekonomian masa depan.
Sawit kuat, Indonesia Hebat.
Indonesia Bangkit dengan Sawit…
#BicaraSawit tentu sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Tetapi harus dikelola dengan sumber daya manusia yang bermartabat dan selalu menjaga ekosistem alam.
Sudah saatnya kita bicara #SawitBaik, untuk mendukung Indonesia Hebat.
Foto / Gambar
Seno Hadi Wibowo
Freepik.com
Infografis / Illustrasi
Adhi Hermawan
Instagram @SawitBaik
Video / Youtube
Chanel Youtube: Sawit Baik
Mari dukung kampanye #SawitBaik untuk Indonesia Hebat.
Sebarkan kebaikan sawit dengan memberikan informasi yang utuh tentang sawit Indonesia.
by Adhi Hermawan | Sep 4, 2019 | Education, Technology, Writing Competition
Media Sosial Sarana Memperkuat Akar Budaya Lokal
“Mengenalkan dan mempertahankan budaya itu penting, supaya manusia bisa mengenal dirinya sendiri dan lebih saling menghargai” ― Maisie Junardy, Man’s Defender
Era Globalisasi dan Pertumbuhan Teknologi Informasi
Di era globalisasi, kemajuan teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Berkat teknologi, manusia telah banyak melakukan trobosan terbaru dengan menciptakan perubahan besar dalam kehidupan saat ini. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi peradaban, kebudayaan serta nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan kearifan lokal ketimuran seperti Indonesia.
Saat ini dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut masyarakat Indonesia, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan smartphone, bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah diakses oleh semua orang.

Munculnya layanan internet misalnya, selain memberikan kemudahan untuk berinteraksi dan saling mengenal satu sama lain, menjadikan seseorang lebih cenderung memilih internet sebagai media interaksi. Sehingga perilaku tersebut mengarah kepada individualisme, karena lebih sering menggunakan gadget dari pada berinteraksi langsung. Hal ini tentu berpengaruh kepada sikap seseorang yang lebih cenderung memikirkan kepentingan diri sendiri dan kurang memperdulikan lingkungan sekitar.
Seiring berjalannya waktu, teknologi juga akan mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan yang kental dengan budaya lokal. Tidak dapat dipungkiri, lambat laun masyarakat pedesaan akan meninggalkan atau mengesampingkan adat dan budaya yang menjadi ciri khas mereka sendiri jika terus diabaikan. Teknologi bisa saja berdampak negatif terhadap budaya lokal yang membuat kesadaran masyarkat terhadap budaya dan kearifan lokal kian memudar.
Akar Budaya Lokal yang Kian Memudar
Sewaktu saya masih kecil dulu, budaya orang Indonesia masih sangat melekat dan kental di masyarakat. Salah satu contohnya yaitu budaya sopan santun yang disimbolkan dengan merundukkan badan dan mengucap salam ketika hendak melewati orang yang lebih tua . Meskipun masih berlaku di beberapa daerah, namun budaya semacam ini kerap kali dilupakan terutama bagi anak muda zaman sekarang. Mereka lebih disibukkan dengan gadget mereka dari pada mengucap salam ketika melewati orang yang lebih tua. Keadaan seperti ini seringkali kita jumpai khususnya di perkotaan, seolah beranggapan bahwa tradisi dan budaya adalah sebuah hal yang kuno dan tidak mengikuti tren.
Kepedulian masyarakat terhadap kelestarian budaya memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Kearifan dan budaya lokal kini kian memudar, bahkan terlupakan. Salah satu penyebabnya yaitu perkembangan teknologi yang disalah gunakan, sehingga membuat budaya seiring waktu menghilang dari kehidupan masyarakat. Contohnya saja seperti permainan tradisional yang kini sudah mulai hilang, permainan tradisional yang seharusnya dimainkan oleh anak-anak untuk mengisi waktu luangnya, perlahan tergantikan oleh adanya permaian pada gadget yang sifatnya individualisme.
Selain budaya sopan santun dan permaianan tradisional, ini yang tidak kalah pentingnya yaitu akar budaya lokal yang bahkan jarang tersentuh oleh generasi milenial saat ini. Tentu saya bisa dibuktikan dengan gambar dibawah ini.

Mungkin diantara kalian bertanya-tanya tenang gambar di atas, begitu juga dengan saya yang baru pertama kali melihat gambar tersebut. Sudah jelas! bahwa kita hampir melupakan akar budaya lokal dari sumbul filosofi kraton yogyakarta tersebut. Selama ini kita hanya disibukkan dengan gadget untuk brownsing hal-hal yang tidak penting. Padahal jika kita menggunakannya dengan bijak tentu kebudayaan lokal yang selama ini hampir terlupakan dapat menjadi sumber kekayaan budaya bangsa ini.
Dengan mengetahui akar budaya lokal tentu kita dapat mengenal dan memahami keanekaragaman budaya yang syarat makna dengan nilai-nilai tradisi, adat dan kebudayaan leluhur. Seperti halnya Sumbu Filosofi Kraton Yogyakarta yang mengandung makna filosofis kraton yang berdiri di tengah-tengah bentangan dua sungai melambangkan sifat normatif seorang manusia. Ditarik dari panggung Krapyak di sebelah selatan hingga sampai Tugu di sebelah utara Keraton punya makna yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.
Media Sosial Berperan Penting Untuk Melestarikan Budaya lokal
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya bangsa. Puluhan bahkan ratusan pulau-pulau tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Disetiap daerah memiliki kebudayaannya masing-masing yang menjadi ciri khas tersendiri dan berbeda dengan daerah yang lainnya. Itulah mengapa Indonesia menjadi salah satu Negara yang menjadi destinasi favorit oleh wisatawan asing untuk berkunjung dan menikmati kekayaan Indonesia.
Hal ini pula yang dapat menjadikan Indonesia lebih dikenal di mata dunia. Namun kita sebagai warga Negara juga harus turut andil dalam proses pelestariannya supaya tidak termakan oleh jaman dan tidak menutup kemungkinan akan kalah saing dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia.
Berbagai cara melestarikan suatu budaya dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi di era modern saat ini. Perkembangan teknologi yang pesat dapat menghantarkan Indonesia menjadi Negara yang maju apabila kita dapat memanfaatkan teknologi secara tepat. Penggunaan media sosial salah satunya yang dapat diakses dengan mudah oleh siapapun di dunia ini, sehingga mempermudah budaya di Indonesia dapat dilihat oleh semua orang di seluruh dunia.
Kraton Jogja, Melestariakan Budaya Lokal Lewat Media Sosial
Media sosial merupakan alat instan yang dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun. Upaya pelestarian budaya melalui publikasi di media sosial merupakan cara yang paling efektif bagi generasi muda saat ini. Hal tersebut berkaitan dengan sifat media sosial yang mampu menjangkau khalayak luas dalam waktu yang sangat cepat. Hanya bermodal internet semua masyarakat di Indonesia bahkan dunia dapat mengakses jejaring media sosial seperti twitter, facebook, instagram hingga website.
Begitu juga yang dilakukan oleh Kraton Kogja, upaya mengenalkan tradisi, budaya hingga kearifan lokal dipromosikan menggunakan media sosial dalam bentuk gambar atau cuplikan video. Hal ini tentu dapat menarik perhatian masyarakat diluar jogja untuk mengenal tradisi serta budaya yang ada di jogja.
Kehebatan media sosial juga memiliki andil besar dalam pencapaian pelestarian budaya dan pariwisata Jogja. Keaktifan masyarakat Jogja sendiri baik dari remaja hingga dewasa menjadi salah satunya langkah nyata untuk mempublikasikan dan melestariakn budaya dan wisata yang ada di lingkungan kraton Jogja agar dapat dilihat masyarakat di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Berkat media sosial, Kraton Jogja mampu menarik dan menjadi perhatian wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Jogja untuk menikmati kebudayaan ataupun pariwisatanya.
Manfaat Media Sosial Untuk Memperkuat Budaya Lokal
Akar budaya lokal ternyata dapat diperkuat dengan memanfaatkan teknologi salah satunya yaitu media sosial. Dengan banyaknya millenial yang terhubung dengan media sosial tentu akan mampu menyadarkan mereka betapa pentingnya kebudayaan, mereka akan turut serta menyebarkan kebudayaan daerah mereka masing-masing untuk dapat disebar luaskan ke seluruh dunia. Nah berikut ini adalah manfaat dari media sosial untuk melestarikan dan memperkuat budaya lokal.
Mudahnya melestariakan budaya lewat media sosial, karena banyaknya pengguna media sosial. Anak muda yang tak pernah lepas dengan gadget mereka tentu dapat disinyalir untuk ikut serta mempromosikan budaya dengan media sosial yang mereka miliki
Media sosial dapat juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap budaya. Dengan adanya postingan gambar atau cuplikan video yang diunggah ke sosial media, masyarakat jadi tahu dan banyak belajar terhadap budaya lokal tersebut.
Budaya lokal yang senantiasa dilestariakn tentunya berdampak positif terhadap masyarakat di sekitar. Budaya lokal akan semakin terjaga dan tak mudah dilupakan bahkan ditinggalkan. Budaya akan selalu ada karena semua ikut melestarikan melalui media sosial.
Kebudayaan yang senantiasa terpatri dalam kehidupan di masyarakat, tentunya akan menarik wisatawan untuk berkunjung. Hal ini tentu akan berdampak positif karena budaya lokal mampu dikenal se-nusantara bahkan dunia.
Teknologi berkembang begitu pesat, bahkan informasi dapat dicari maupun disebarkan dengan begitu mudah dan cepat. Pengaruh teknologi terhadap budaya lokal tentu ada, namun jika kita dapat memanfatkan teknologi untuk hal yang baik dan benar tentu akan berdampak positif terhadap budaya lokal. Salah satunya penggunaan media sosial, jika kita mampu menggunakannya dengan baik, tentu akan memberikan manfaat terhadap pelestarian budaya.
Media sosial diyakini mampu melestarikan budaya lokal bahkan mampu memperkuat budaya, tradisi maupun kearifan lokal suatu daerah. Dengan memposting atau mengunggah gambar atau cuplikan video, semua orang dapat melihat dan mengetahui budaya lokal yang kerap membuat orang diluar daerah tersebut tidak tahu. Dengan adanya media sosial, mampu menjangkau orang di seluruh dunia untuk dapat melihat dan mengenali budaya lokal.
Harapnnya tentu, media sosial dapat memberikan dampak baik terhadap kelestarian budaya yang ada dan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati pariwisata yang ada di daerah tersebut. Dan akhirnya teknologi mampu dimanfaatkan dengan baik untuk melestariakan dan memperkuat akar budaya lokal.
Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Pagelaran TIK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY 2019
Discimer
Artikel ini diikutesertakan dalam Pagelaran TIK oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY 2019
Sumber Referensi
Instagram : Kraton Jogja
https://dejogjaku.blogspot.com
Copyright
Teks: Adhi Hermawan
Foto: Adhi Hermawan
Ilustrasi: Freepik, Flaticon
by Adhi Hermawan | Jun 15, 2019 | Education, Writing Competition
Secercah Asa Ramadhan Bersama IMSA
“Terkadang kita memang tak adil pada hidup kita sendiri. Taktala tiada pilihan, kita menggerutu. Padahal Tuhan tak memberi pilihan lain karena telah menunjukkan itulah satu-satunya pilihan terbaik bagi hidup kita.”
– Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika
Pilihannya mantab! Selepas sekolah nanti ia benar-benar ingin mencari beasiswa ke luar negeri. Tentu negara yang menjadi tujuannya adalah negara di benua Eropa atau Amerika. Dengan cara apapun ia tempuh untuk mewujudkan mimpinya bisa sekolah ke luar negeri. Anggapannya sepele, ia ingin menginjakkan kaki dimana pusat peradaban ekonomi itu tumbuh dan bersaing dengan ratusan bahkan jutaan orang untuk merebut posisi aman di titik itu.
Persaingan ini pun sudah pernah ia lakukan, dari anak desa yang tinggal di tengah-tengah hamparan sawah, pergi ke sekolah dengan menempuh jarak puluhan kilo, dan bersaing dengan ratusan anak desa lainnya untuk mendapatkan beasiswa sekolah di kota besar layaknya Jakarta. Ya, dari desa pindah ke kota, dan kini persaingan itu beralih memperebutkan beasiswa ke luar negeri. Proses panjang, penuh perjuangan dan itulah hidup karena dalam jiwanya, bukan hidup jika tanpa adanya persaingan.
Salah seorang gurunya pernah berkata “Bermimpilah setinggi-tingginya, kalaupun harus jatuh toh kamu sudah melakukan yang terbaik untuk mewujudkan mimpimu itu” kenyataan memang tak selalu berbanding lurus dengan harapan. Namun setidaknya kita sudah berusaha melalui proses yang dinamakan mengejar mimpi layaknya para “laskar pelangi”.
Walaupun harus menelan pil pahit tidak lolos seleksi beasiswa ke luar negeri, namun roda kehidupan harus terus berjalan, ia harus tetap menampilkan yang terbaik di titik dimana ia masih berpijak. Pilihanya hanya dua, mewujudkan mimpi yang lainnya atau diam penuh penyesalan. Itulah cerita perjuangan saya 10 tahun lalu, yang berharap bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri.
Jika berfikir Tuhan itu tidak adil, tentu itu salah. Justru “Terkadang kita memang tak adil pada hidup kita sendiri. Taktala tiada pilihan, kita menggerutu. Padahal Tuhan tak memberi pilihan lain karena telah menunjukkan itulah satu-satunya pilihan terbaik bagi hidup kita.” (Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika) inilah yang bisa menenangkan, ketika kita belum saatnya mewujudkan mimpi dan harapan kita, tentu akan ada jalan terbaik yang telah dipersiapkan Tuhan untuk kita.
Teruntuk Kalian Para Pejuang di Luar Negeri
Meski bukan saya orangnya yang sedang berjuang di negeri orang, pastilah kalian orangnya yang sudah berjuang sekuat tenaga untuk bisa bertahan hidup di luar sana. Entah apapun itu profesi kalian, baik mahasiswa maupun pekerja, Itulah jalan kalian, pilihan hidup yang harus kalian tempuh untuk menggapai titik aman dalam perjalanan hidup kalian.
Walaupun di negeri sendiri masih terasa nyaman untuk bertahan hidup, namun perjuangan kalian untuk mengenalkan negeri ini kepada dunia perlulah diacungi jempol. Kalianlah harapan yang bisa membawa citra negeri ini terangkat. Oleh karena itu, jangan kalian tinggalkan budaya negeri kita ini untuk tetap sopan, santun, gotong royong, saling membahu di luar negeri sana.
Indonesian Muslim Society in America (sumber: Facebook IMSA)
Terlebih bagi kalian yang tinggal di Amerika, jauh dari negeri sendiri tentu tidak enak. Tapi ingatlah, kalian disana adalah untuk berjuang, berjuang menyelesaikan studi atau karir yang suatu saat nanti bisa membawa perubahan bagi negeri ini ke arah yang lebih baik. Kalianlah harapan negeri ini untuk bergerak maju, memberi secercah harapan yang bisa diterapkan di semua lini kehidupan yang lebih baik lagi.
Ada banyak pejuang di luar sana, tentu kalian tidak sendiri! karena kini sudah ada komunitas yang siap mempertemukan kalian yang tinggal di Amerika khususnya bagi seorang muslim. Komunitas ini adalah “Indonesian Muslim Society in America (IMSA)” salah satu komunitas muslim yang ada di Amerika. Jadi kalian tidak sendiri lagi, karena banyak dari saudara kalian yang tergabung dalam wadah komunitas ini. Nah, sebenarnya apa sih itu komunitas IMSA, berikut ini penjelasannya.
Indonesian Muslim Society in America
IMSA adalah organisasi mandiri dengan ciri utama pengembagan intelektual dan moralitas Islam melalui da’wah yang berpusat di pengajian lokaliti. IMSA didirikan dengan harapan tidak sekedar hanya menambah jumlah organisasi kemahasiswaan di Amerika Utara, tetapi bisa menjadi sebuah organisasi yang memfokuskan dirinya kepada kegiatan da’wah di kalangan mahasiswa Indonesia.
Program peduli kemanusiaan
IMSA Youth Dakwah Roadtrip
Summer Training Camp (STC)
Didukung juga media IMSA-TV
Indonesian Muslim Society in America (IMSA) merupakan organisasi non profit yang bergerak dalam bidang keagamaan, sedekah, ilmiah, sastra, pendidikan, dan tidak memiliki affiliasi dengan organisasi politik, LSM atau organisasi nirlaba lainnya. Organisasi IMSA hadir bertujuan untuk membangun hubungan kerjasama dengan berbagai organisasi pengajian di berbagai kota di Amerika Utara.
IMSA didirikan dengan harapan tidak sekedar hanya menambah jumlah organisasi kemahasiswaan di Amerika Utara, tetapi bisa menjadi sebuah organisasi yang memfokuskan dirinya kepada kegiatan da’wah di kalangan mahasiswa Indonesia, sehingga bisa menjadi pelengkap dari organisasi-organisasi Islam yang sudah ada.
Pertemuan mahasiswa di Amerika dalam acara Muktmar IMSA (sumber: facebook IMSA)
Tentunya IMSA sendiri memiliki misi yaitu untuk membantu komunitas Muslim Indonesia di Amerika Utara dalam upayanya untuk memajukan kapasitas intelektual dan spiritualnya untuk kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya baik di Amerika Utara dan Indonesia.
Nah, itulah IMSA organisasi yang mempersatukan mahasiswa muslim di Amerika dalam satu wadah untuk membangun dan memajukan masyarakat Indonesia di Amerika khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Lantas apa saja sih peranan IMSA bagi masyarakat muslim Indonesia disana? berikut ini adalah rangkuman beberapa kegiatan yang dilakukan IMSA.
Program peduli kemanusiaan. Menyalurkan donasi untuk korban bencana, beasiswa pendidikan dll
Program untuk kaum muda dan oleh kaum muda yang disebut “Road-map Dakwah Youth IMwah
Kegiatan dengan perpaduan antara materi keIslaman dengan kegiatan di alam terbuka seperti hiking dll
Pengajian masyarakat Indonesia di Amerika dengan mendatangkan Ustad-ustad dari Indonesia
Banyak sekali ternyata kegiatan yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia di Amerika. Selain berkontribusi dalam bidang keagamaan, IMSA juga menyalurkan berbagai donasi untuk kepentingan umat diantaranya donasi untuk para korban bencana alam, penyaluran beasiswa pendidikan bagi yang membutuhkan, penyaluran wakaf Qur’an dan lain sebagainya.
Selain itu juga ada berbagai program menarik lainnya seperti IMSA Youth Dakwah Roadtrip bagi generasi muda untuk melakukan perjalanan dakwah, di ikuti juga dengan program Summer Training Camp yang merupakan kegiatan di musim panas dalam acara keagamaan yang dipadukan dengan kegiatan outdoor seperti hiking, survival, water balon war dan kegiatan outdoor lainnya.
Yang tidak kalah seru ada juga kegiatan Islamic Education Workshop yang mendatangkan dan menghadirkan langsung Ustad-ustad dari Indonesia untuk menemui masyarakat Indonesia di berbagai tempat di Amerika. Kegiatan ini tentu tidak terlepas dari berbagai agenda seru lainnya seperti adanya IMSA Sister Division, IMSA TV, IMSA Radio, dan acara besar seperti Muktmar IMSA.
Di bulan ramadhan kali ini, tentunya kita penasaran apa saja sih yang dilakukan sahabat kita yang berada di luar negeri. Mengingat perbedaan jarak dan waktu yang meyebabkan waktu berpuasa sedikit berbeda dari waktu di negeri kita sendiri. Sahabat-sahabat kita yang tergabung dalam IMSA tentunya juga memiliki berbagai agenda dalam menyambut dan meramaikan kegiatan puasa ramadhan. Nah berikut ini beberapa agenda yang dilakukan IMSA selama ramadhan dalam programnya yaitu Ramadhan IMSA CARE 1440 H.
Melalui program ZISWAF, IMSA Care juga menerima Zakat Fitrah dan Fidiyah, Infaq, Sedekah, Zakat Mall dan lainnya untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Jadi tak perlu lagi bingung untuk berzakat, infaq maupun sedekah sebagai ajang pembersih harta kita.
Berbagi itu sangat menyenangkan, terlebih kepada saudara kita yang membutuhkan seperti anak yatim. IMSA Care juga memfasilitasi bagi kita yang ingin berbagi kepada mereka melalui program Kado Lebaran Yatim sehingga mereka bisa merasakan kebahagiaan apa yang kita rasakan.
Masih banyak saudara kita yang membutuhkan Al-Qur’an yang layak untuk dipelajari. IMSA Care juga memfasilitasi donasi bagi sahabat yang ingin mewaqafkan Al-Qur’an untuk saudara kita yang membutuhkan.
IMSA Care juga menggalang donasi untuk kegiatan pengembangan Dakwah di Amerika dan Kanada. Pengembangan lainnya juga berupa Alim Scholarship yaitu berupa Beasiswa yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tak kalah serunya juga, IMSA juga mengadakan talkshow seputar ramadhan dengan narasumber yang siap berbagi pengalaman dengan sahabat semua. Berbagi kisah dan inspirasi yang dilakukan selama menjalankan puasa ramadhan di Amerika. Pastinya akan ada hal yang bermanfaat, apalagi bagi kalian yang baru pertama kalinya menjalankan ramadhan di Amerika.
Itulah beberapa program yang dilakukan IMSA untuk menyemarakan Ramadhan 1440 H. Tentunya masih banyak yang bisa dilakukan selama ramadhan melalui program IMSA untuk meningkatkan amalan dan ibadah kita agar membawa manfaat dan keberkahan di Bulan yang penuh dengan rahmat ini.
Secercah asa ramadhan tahun ini, semoga komunitas IMSA senantiasa menjadi organisasi yang memberikan manfaat bagi segenap mahasiswa maupun masyarakat Indonesia yang tinggal di Amerika. Ingat! kalian tidak sendiri, ada IMSA yang dengan sepenuh hati menjadi tempat bernaung dan berbagi demi terwujudnya mimpi dan cita-cita kalian.
Follow sosial media IMSA untuk mengikuti berbagai Informasi dan kegiatan IMSA selengkapnya disini!
Discimer
Artikel ini diikutesertakan dalam “IMSA Blog Competition Cerita Ramadhan
Copyright
Teks: Adhi Hermawan
Foto: Adhi Hermawan, facebook IMSA
Ilustrasi: Freepik, Flaticon
by Adhi Hermawan | Mar 9, 2019 | Education, Writing Competition
Perpustakaan; Titik Perubahan untuk Melampaui Harapan.
“Jika engkau ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun, jika engkau ingin dikenal oleh dunia, maka menulislah.” (Pramoedya Ananta Toer)
Matanya berbinar-binar, meneteskan air mata haru saat menerima penghargaan dari seorang menteri. Rasa bahagia diselimuti decak kagum saat berjabat tangan langsung bersama Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang menginspirasi. Moment indah seperti ini memang jarang ia dapatkan, apalagi mendapatkannya dengan penuh jeripayah.
Itulah moment yang sangat mengharukan ketika saya berhasil meraih juara utama saat lomba menulis nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar tiga tahun yang lalu. Momen langka yang saya sendiri tidak pernah membayangkan hal itu bisa terjadi, nyatanya terjadi di dalam kehidupan saya.
Sejak awal, saya tidak pernah berfikir akan masuk dalam jajaran apresiasi atas karya yang saya tulis, tentu mengingat karya peserta lain yang jauh lebih bagus dari pada karya saya. Namun, setelah pengumuman itu, ternyata saya mampu mengalahkan ratusan penulis lainnya. Saya semakin yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki potensi yang mampu melampaui batas diri untuk bersaing dengan peserta lainnya.
“Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang, apabila orang tersebut tidak mau berusaha untuk mengubah nasib dirinya sendiri” begitulah kata inspiratif yang selalu saya ingat dari tutur kata ayah saya. Sejatinya jika kita berusaha dan bersungguh-sungguh, tentu hasil tidak akan mengkhianati jeripayah yang sudah kita lakukan.
Bertahan di titik dimana saya dapat menggapai harapan dan mimpi saya menjadi seorang penulis, tentu bukan hanya hisapan jempol belaka. Semua ini tak lepas peran dari perpustakaan di sudut sekolah, hingga toko buku yang hanya jadi tempat persinggah -membaca tanpa membeli- sepulang sekolah dulu. Dan inilah secercah kisah sebelum saya berdiri tegak dalam haluan kata-kata dengan gelar penulis lepas.
Perpus Sudut Sekolah Hingga Toko Buku
“Jika engkau ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun, jika engkau ingin dikenal oleh dunia, maka menulislah” begitulah kata Pramoedya Ananta Toer. Sejak pernyataan tersebut ingar di telinga, Sejak saat itu pula saya berfikir, “Apakah saya bisa menjadi seorang penulis?”
Mengarang cerita satu lembar kertas saja butuh waktu seharian untuk merangkai kata, apalagi menjadi seorang penulis yang butuh berlembar-lembar kertas untuk jadi sebuah buku. Tentu ini adalah hal yang mustahil bagi saya, lebih baik saya mengerjakan rangkaian soal matematika dari pada harus mengarang cerita di satu lembar kertas.
Menikmati bacaan di perpustakaan keliling sumber: dok.pribadi
Tetapi itu dulu, kenyataanya berubah setelah saya rajin membaca buku di sudut perpustakaan sekolah. Salah satu teman saya pernah berkata “Kalau mau jadi penulis kuncinya satu, harus banyak-banyak membaca, karena apa yang kita baca akan kita tuangkan kembali berupa kata-kata dalam sebuah tulisan”. Nah sejak saat itu saya rajin membaca dan mulai menulis bermodalkan buku diari yang diberikan oleh sahabat saya.
Tak cukup di perpustakaan sekolah, saya juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke mall dan mampir ke salah satu toko buku yang ada di dalamnya. Bermodal buku-buku display yang terlepas dari segel plastiknya, saya pun asyik berekspresi membaca buku yang saya sukai tanpa harus membeli. Saat itu buku favorit saya adalah buku motivasi berjudul “Fight like a tiger win like a champions” karangan Darmadi Darmawan.
Perpustakaan Tempatku Menemukan Jati Diri
Setelah lulus sekolah, rasanya kangen dengan suasana perpustakaan yang menyimpan banyak kenangan. Kebiasaan ke perpustakaan pun tak bisa ditinggalkan. Tak ada rotan akar pun jadi, tak ada perpus sekolah perpustakaan nasional pun jadi rujukannya. Dengan memperbanyak membaca, tentunya ini menjadi modal untuk diri saya menjadi seorang penulis.
Sambil membaca, sesekali saya selingi dengan menulis cerita di buku diari pemberian sahabat saya. Pertama kali saya menulis yaitu tentang cerita-cerita pribadi saya, mulai dari cerita jatuh cinta dengan seseorang, hingga permasalahan keluarga. Tentunya ini bersifat pribadi, namun dari sinilah saya mulai menemukan jati diri saya. Ternyata saya memiliki potensi menulis yang bisa saya kembangkan untuk menjadi sebuah karya. Syukur-syukur suatu saat nanti bisa menjadi pelengkap lorong di rak buku perpustakaan ini.
Nah, itulah ceritaku menemukan jati diri menjadi seorang penulis yang berusaha menyajikan karya terbaik dari sudut ruang perpustakaan. Kini saatnya temukan jati diri kalian, kunjungi perpustakaan terdekat di lingkungan sekitar dan buat perubahan besar untuk lampaui batas diri. Karena perpustakaan kini tidak hanya sebagai tempat untuk membaca, tetapi sebagai wadah untuk berekspresi, tempat untuk berinteraksi dan mengembangkan diri dengan karya-karya, seperti perpustakaan yang satu ini yaitu Perpustakaan Unsyiah yang selalu bersinergi dalam innovasinya.
Yuk baca selengkapnya ulasan tentang Perpustakaan Unsyiah berikut!
Perpustakaan Unsyiah kini tidak hanya sebagai tempat untuk membaca, tetapi juga sebagai wadah untuk berkarya. Dengan sarana dan fasilitas yang mendukung, kini banyak hal yang bisa kita lakukan di Perpustakaan Unsyiah antara lain menyalurkan bakat seperti membaca puisi, menyanyi dll”
Ada Apa di Unsyiah Library ?
Terdapat lebih dari tujuh puluhan ribu koleksi judul
Memberi kesempatan kepada mahasiswa/i sebagai duta baca
Menerbitkan majalah seputar kehidupan kampus
Perpustakaan Unsyiah merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi di Universitas Syiah Kuala. Lokasinya berada di Jalan T. Nyak Arief, Kampus Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh. Perpustakaan ini terbilang sangat innovatif, unik dan berbeda dengan perpustakaan lainnya, karena mampu menghadirkan cara yang tidak biasa agar para civitas akademika ataupun masyarakat umum, untuk tertarik membaca buku dan betah berlama-lama di perpustakaan Unsyiah.
Kalau biasanya kita meminjam buku di Perpustakaan harus bertemu dahulu dengan petugas perpustakaan dan mengisi sejumlah formulir. Lain halnya dengan Perpustakaan Unsyiah, kita bisa meminjam buku tanpa harus repot ini dan itu, karena para pengunjung bisa melakukanya dengan mudah tanpa harus bertatap muka dengan petugasnya. Ini karena di Perpustakaan Unsyiah sudah di lengkapi teknologi canggih bernama self loan station untuk peminjaman dan self return station untuk pengembalian buku.
Perpustakaan Unsyiah hadir dengan fasilitas lengkap sumber: http://library.unsyiah.ac.id
Perpustakaan Unsyiah memang selalu berbeda, hal ini bisa kita lihat dari antusias para pengunjung yang hadir dengan berbagai kebutuhan mereka seperti mencari beragam koleksi pustaka yang dapat dijadikan acuan dan sumber ilmu pengetahuan, sharing bersama teman, mengerjakan skripsi, membuat jurnal, ataupun nongkrong di sudut cafe dan lain sebagainya.
Perpustakaan dengan Sertifikasi ISO 27001
Perpustakaan yang dikelola oleh UPT. Perpustakaan Unsyiah ini ternyata telah tersertifikasi ISO 27001. Pencapaian ini didapat tentu karena beberapa faktor, diantaranya karena Perpustakaan Unsyiah menerapkan sistem pada bidang Keamanan Informasi dengan fitur aplikasi Online Public Access Catalog (OPAC), Open Educational Resources (EOR), dan Room Booking. Inilah alasanya kenapa, Perpustakaan Unsyiah menjadi satu-satunya perpustakaan di perguruan tinggi yang memegang ISO 27001.
Perpustakaan Tersertifikasi
Online Public Access Catalog
Open Educational Resources
Perpustakaan Unsyiah
Lebih dari Perpustakaan Biasa
Lebih dari puluhan ribu judul buku tersedia di Perpustakaan Unsyiah. Tidak hanya berupa buku, elektronik book (e-book) dan majalah online pun tersedia juga di perpustakaan ini. Memang sudah sewajarnya perpustakaan menyediakan buku-buku yang menjadi rujukan mahasiswa atau masyarakat pada umumnya. Tetapi ada hal yang berbeda di Perpustakaan Unsyiah! Apa itu?
Perpustakaan Unsyiah hadir sebagai pelengkap aktivitas dari pada akademika yang sebagian besar merupakan generasi milenial, jadi perpustakaannya pun harus kekinian. Hal ini terbukti bahwa di Perpustakaan Unsyiah tidak hanya sebagai tempat untuk membaca atau sebagai tempat pelarian bagi mahasiswa yang sulit bersosialisasi, tetapi juga sebagai wadah dan sarana mahasiswa untuk berkarya.
Kok bisa? Yuk, mari kita ulas satu per satu.
Duta yang dipersiapkan untuk mengkampayekan gemar membaca
Majalah online yang disajikan untuk wawasan dan aktivitas kampus
Terdapat penghargaan bagi mahasiswa yang sering pinjem buku
Event menarik setiap tahun sebagai ajang bakat setiap mahasiswa
Dibutuhkan seseorang yang peduli dengan literasi bangsa ini, tidak hanya pintar, tetapi juga harus gemar membaca, dialah yang nantinya akan menjadi Duta Baca Unsyiah. Peran inilah yang dibutuhkan untuk ikut serta menyuarakan kepada mahasiswa dan masyarakat umum, untuk senantiasa gemar membaca.
Ternyata oh ternyata, Perpustakaan Unsyiah juga merilis majalah online yang berisi aktivitas kampus. Majalah yang disebut sebagai Majalah Librisyiana ini hadir setiap triwulan. Kontennya yang disajikan tentu tidak kalah menarik dengan majalah pada umumnya, sangat innovatif dan inspiratif.
Perpustakaan Unsyiah juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang sering meminjam buku. Kegiatan ini dirangkum dalam acara Library Award, tentu ini menjadi salah satu penyemangat bagi mahasiswa untuk senantiasa membaca yang secara tidak langsung turut mengkampanyekan gerakan gemar membaca.
Tak kalah seru dengan kegiatan lainnya. Perpustakaan Unsyiah juga menyelenggarakan “Unsyiah Library Fiesta” setiap tahunnya. Kegiatan ini biasanya diisi dengan perlombaan antara lain membaca puisi, lomba menulis blog, debat bahasa, akustik dan lain sebagainya. Tahun ini juga ada lho “Unsyiah Library Fiesta 2019“, yuk ikut meramaikan!
Dibutuhkan seseorang yang peduli dengan literasi bangsa ini, tidak hanya pintar, tetapi juga harus gemar membaca, dialah yang nantinya akan menjadi Duta Baca Unsyiah. Peran inilah yang dibutuhkan untuk ikut serta menyuarakan kepada mahasiswa dan masyarakat umum, untuk senantiasa gemar membaca.
Ternyata oh ternyata, Perpustakaan Unsyiah juga merilis majalah online yang berisi aktivitas kampus. Majalah yang disebut sebagai Majalah Librisyiana ini hadir setiap triwulan. Kontennya yang disajikan tentu tidak kalah menarik dengan majalah pada umumnya, sangat innovatif dan inspiratif.
Perpustakaan Unsyiah juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang sering meminjam buku. Kegiatan ini dirangkum dalam acara Library Award, tentu ini menjadi salah satu penyemangat bagi mahasiswa untuk senantiasa membaca yang secara tidak langsung turut mengkampanyekan gerakan gemar membaca.
Tak kalah seru dengan kegiatan lainnya. Perpustakaan Unsyiah juga menyelenggarakan “Unsyiah Library Fiesta” setiap tahunnya. Kegiatan ini biasanya diisi dengan perlombaan antara lain membaca puisi, lomba menulis blog, debat bahasa, akustik dan lain sebagainya. Tahun ini juga ada lho “Unsyiah Library Fiesta 2019”, yuk ikut meramaikan!
Nah, gimana? seru bangetkan kegiatan di Perpustakaan Unsyiah. Inilah yang membuktikan bahwa Perpustakaan Unsyiah bukan sekedar perpustakaan biasa. Tidak hanya sebagai tempat untuk membaca tetapi juga mendukung kreativitas mahasiswa. Apresiasi yang diberikan dalam berbagai kegiatan positif, pastinya bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berkarya dan turut menyuarakan gerakan gemar membaca.
Perpustakaan Unsyiah
Hadir dengan Fasilitas Kekinian
Selidik punya selidik, Perpustakaan Unsyiah memiliki Cafe yang bisa digunakan untuk bersantai bagi para pengunjungnya. Pastinya konsep seperti ini dihadirkan dengan maksud agar para mahasiswa tidak bosan berlama-lama di dalam perpustakaan. Suasana inilah yang membuat para milenial dapat memanfaatkan waktunya untuk lebih banyak membaca, namun tetap bisa bersantai menikmati hangatnya kopi.
Perpustakaan Unsyiah juga menyediakan Ruang Ekspresi, tentu fasilitas ini untuk menjembatani para mahasiswa atau pengunjung yang ingin meluapkan ekspresinya dalam berkarya seperti bermain musik, membaca puisi, stand up comedy atau pertunjukan lainnya. Dengan begitu, mereka bisa menyalurkan bakat mereka masing-masing tanpa harus keluar perpustakaan. Menarik sekali, bukan?
Fasilitas Kekinian di Perpustakaan Unsyiah
Caffe di Perpustakaan
Diperpustakaan Unsyiah terdapat caffe kekinian yang membuatmu makin betah berlama-lama di perpustakaan
Ruang Ekspresi
Mahasiswa atau pengunjung yang ingin mengekspresikan dirinya seperti bermain musik atau stand up comedy, atau juga pertunjukan lainya, disini juga di sediakan tempatnya
SOUVENIR Perpus Unsyiah
Di perpus Unsyiah ini, menjual berbagai macam kreasi mahasiswa seperti seperti gantungan kunci, boneka, wisuda gift, dan lain sebagainya. Harganya mulai dari 3 ribu sampai 150 ribu
Di Perpustakaan Unsyiah juga menjual berbagai macam kreasi mahasiswa seperti seperti gantungan kunci, boneka, wisuda gift, dan lain sebagainya. Dengan adanya fasilitas ini, tentu bisa dimanfaatkan bagi mahasiswa yang memiliki keterampilan membuat souvenir bekerja sama dengan kampus untuk meraup uang jajan tambahan. Harapannya tentu mahasiswa bisa lebih berekspresi untuk meningkatkan kreativitas, innovatif dan produktif dalam segala bidang.
Perpustakaan Unsyiah
Terintegrasi dengan Teknologi
Seiring dengan kemajuan teknologi, perpustakaan juga turut mengimplementasikan teknologi guna mempermudah para pengunjung menikmati fasilitas perpustakan. Salah satu teknologi terbaik dari Perpustakaan Unsyiah adalah adanya portal katalog untuk mendeteksi lokasi buku tanpa harus bersusah payah mencarinya. Nah, portal ini dikenal dengan fitur aplikasi Online Public Access Catalog (OPAC) yang memudahkan kita mencari buku yang kita butuhkan.
Terdapat juga Aplikasi UILIS mobile perpustakaan Unsyiah yang telah terintegrasi dengan fitur Open Education Resource (EOR), Electronic Theses and Dissertation (ETD), dan Online Public Access Catalog (OPAC).
Fitur aplikasi ini tentunya akan mempermudah civitas akademika untuk mengakses fasilitas Perpustakaan Unsyiah hanya dalam genggaman.
Tunggu apalagi, ayo download aplikasinya melalui google play store sekarang juga atau klik tombol dibawah ini.
UPT. Perpustakaan Unsyiah hadir dengan segala fasilitas, inovasi dan kemudahan yang diberikan, semoga dapat menjadi sarana bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk melampaui batas diri dengan berkarya tanpa batas.
Muda harus berkarya, muda harus berinnovasi, muda harus kreatif. Saatnya lampaui batas diri, bersama Perpustakaan Unsyiah.
Saatnya Lampaui Batas Diri!
Discimer
Artikel ini diikutesertakan dalam “Unsyiah Library Fiesta 2019” kategori Blog Competition
Copyright
Teks: Adhi Hermawan
Foto: Adhi Hermawan, website: http://library.unsyiah.ac.id
Ilustrasi: Freepik, Flaticon